MAKKAH, INSANCHANNEL.COM – Siapapun yang pernah mengunjungi Baitullah baik untuk berjiarah maupun untuk beribadah rasanya berat meninggalkan Ka’bah, lebih-lebih jelang waktu thawaf wada yang merupakan thawaf perpisahan khusus bagi jamaah haji dan umrah. Tak terkecuali jamaah haji asal Dompu yang merasakan hati berguncang hebat menghitung jam-jam terakhir berada di Makkah.

“Secara pribadi, hati kami berguncang hebat menghitung jam-jam terakhir berada di Makkah,” ujar H. Wan Muhtajul, Salah seorang jamaah haji Dompu kepada insanchannel.com ketika dihubungi melalui telpon celulernya, Sabtu (23/7/2022) di Makkah.
Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai salah seorang Kabid di Dinar PUPR Kab. Dompu mengakui, jamaah haji Dompu bersama jamaah haji dari Lotim dan KLU yang tergabung dalam Kloter 03 LOP Senen siang (25/7/2022) akan meninggalkan Makkah menuju Madinah. Dikatakan, belum juga ia melaksanakan thawaf wada, hati sudah penuh harap kiranya ada rejeki, ada kuasa Allah ia dapat berkesempatan lagi berada di Makkah dan beribadah di Baitullah.
Untuk itu ia menyampaikan rasa syukurnya karena telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar. “Alhamdulillah rangkaian ibadah ini kami lalui dengan sehat dan lancar,” paparnya. Wan juga mengatakan, setiap jamaah punya cerita masing-masing dan pengalaman spiritual serta kesan yang tidak mampu diungkap dengan kata. “Dan secara umum alhamdulillah manajemen pelaksanaan haji di tahun ini sangat bagus,” tambahnya lagi.
Ketika ditanya terkait oleh-oleh zam-zam. H. Wan Muhtajul mengungkapkan, hampir semua jamaah sudah mengemas secara rapi air zam-zam ini. “Tetapi para jamaah juga memperhitungkan larangan untuk membawa air zam-zam keluar menjadi kendala saat ini,” akuinya seraya menambah, di luar jatah dari pemerintah semua jamaah masih berharap oleh-oleh air zam-zam ini dapat di bawa pulang.
Kloter 3 termasuk jamaah haji asal Dompu menurut rencana akan melaksanakan tawaf wada pada Senin setelah subuh. “Waktu yang diberikan oleh Petugas Kloter, thawaf wada harus sudah selesai sebelum zhuhur. “Selanjutnya jamaah mengatur kesiapan mental dan tenaga untuk dapat melaksanakan sholat arbain di Masjid Nabawi,” paparnya.

Secara terpisah dr. Hj. Nurhasanah HM. Zain, TKHI Kloter 3 LOP NTB mengatakan, rangkaian pelaksanaan ibadah haji telah dilaksanakan dengan baik di kota Makkah. “Perjalanan ini begitu indah,” jujurnya sembari mengatakan, indahnya perjalanannya karena menggabungkan dua kewajiban yakni melayani tamu Allah sekaligus bisa menunaikan ibadah haji yang tidak semua orang bisa memenuhi panggilan-Nya.
Dokter Hj. Nurhasanah mengatakan, pengalaman melayani jamaah sungguh luar biasa kesannya. Di saat ada beberapa jamaah yang mulai kelelahan dan hampir pingsan, selaku tim kesehatan ia berusaha untuk menanganinya agar jamaah cepat pulih dan melanjutkan lagi ibadahnya. “Walaupun kondisi seperti itu, ada saja kemudahan dari Allah,” tuturnya ketika bercerita tentang kesannya melayani jamaah selama prosesi ibadah haji.
Untuk itu ia mengakui, sedih ketika hendak meninggalkan Makkah karena sudah tidak bisa lagi sholat di Masjidil Haram. “Melihat Ka’bah dalam jarak dekat, mendengar langsung suara adzan dan bacaan imam Masjidil Haram yang bikin merinding,” jujurnya. Dan sekitar pukul 15.00 WAS (Waktu Arab Saudi) katanya, mereka berangkat menuju Madinah Al Munawarah untuk melaksanakan Arba’in. “Semoga semua jamaah dan kami petugas pun bisa maksimal sholat di Masjid Nabawi, ziarah di Rhaudah, Makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sahabat beliau, serta ziarah kuburan Baqi,” harapnya. (nas)










