DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Geliat wisata di pantai Lakey kecamatan Huu mulai dirasakan pelaku wisata. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mulai dirasakan, para pelaku wisata dihadapkan dengan kenaikan harga tiket pesawat yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat pelaku wisata mengalihkan kedatangan dan keberangkatan tamu dari melalui bandara Bima jadi lewat Sumbawa.

“Harga tiket di Sumbawa dengan biaya penjemputannya ke Lakey, masih jauh lebih murah ketimbang harga tiket Denpasar-Bima,” kata owner Balumba Hotel Lakey Dompu, Theo Syahrial Qadri di Dompu, Sabtu (6/8/2022) malam.
Harga tiket Denpasar-Bima sekitaran Rp.3 juta lebih. Selain harga tiket yang mahal, pihak hotel juga tidak bisa bebas menjemput tamu hotel di bandara. Kondisi dirasakan cukup berat bagi pelaku wisata di Lakey.
Sementara tiket pesawat Denpasar-Sumbawa harganya sekitar Rp.1,2 juta. Di bandara Sumbawa, pihak hotel bisa bebas menjemput tamunya. “Harga tiket yang mahal sejauh ini tidak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Lakey. Karena wisman juga banyak mengalihkan kedatanganya melalui bandara Sumbawa,” ungkapnya.
Saat ini lanjut Theo Syahrial Qadri, tingkat hunian penginapan di Lakey Dompu rata-rata di atas 60 persen. Tamu yang menginap bervariasi, tidak hanya karyawan perusahaan tambang, tapi juga banyak wisatawan mancanegara. Tingkat kunjungan ini mulai tumbuh dan stabil sejak pemerintah memperlonggar kebijakan bagi pelaku perjalanan saat event MotoGP Mandalika lalu. “Untuk Jambore PKK (11 – 14/8/2022) ini, semua kamar full,” terangnya.
Untuk mempertahankan tingkat kunjungan, Theo yang juga pengurus Selancar NTB ini mendorong adanya event surfing yang berkesinambungan. Tidak hanya di Lakey, tapi juga di wilayah lain. Karena di pantai NTB saat ini ada beberapa spot yang bisa jadi tempat surfing. Seperti di Sumbawa Barat, Lombok Tengah, dan Bima. Tapi keindahan dan keunikannya, tidak ada yang sebagus ombak Lakey.
Di Bima, Theo mengungkapkan potensi ombak di Wane, Woro, dan Pusu yang masih segaris pantai dengan Lakey di laut Selatan. Di Wane, Woro, dan Pusu jenis ombaknya cocok untuk pesurfing pemula. Ombaknya bagus pada periode Oktober-Desember setiap tahunnya. Pada periode ini, di Lakey juga bagus, tapi anginnya cukup kencang. Sehingga tidak bagus untuk surfing, tapi cocok untuk kite surfing. “Ketika Wane juga bisa berkembang, maka akan saling mendukung terkait kunjungan wisatawan dengan Lakey,” ungkapnya. (vin)











