DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Sebuah kisah nyata yang patut kita renungkan sebagai inspirasi dalam memaknai kehidupan. Kisah ini sejatinya mengingatkan kita akan sebuah ayat Al-Qur’an yang berbunyi;
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ
“Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun, 11)
Inilah Kisahnya;
Pasangan Teny dan Nono-sebut saja demikian-betul-betul Allah uji dengan musibah berupa penyakit kepada sang putrinya bernama -sebut saja – Dini. Gadis mungil yang saat ini masih nyantri di salah satu Pondok Pesantren di Lombok Timur ini tiba-tiba menderita mimisan.
Bagi kebanyakan masyarakat mimisan adalah dianggap sebagai penyakit ringan dan bisa diobati dengan menggunakan daun sirih untuk menahan darah yang keluar dari hidung. Ternyata upaya penyembuhan melalui jalan tradisional dan herbal ini tidak membuat mimisan Dini sembuh justeru di hidungnya tetap mengeluarkan darah.
Sebagai seorang pendidik, Teny dan Nono berencana untuk memeriksa lanjut kesehatan putrinya ke dokter sebagai ikhtiar medis. Upaya maksimal untuk menyembuhkan buah hatinya ini terus dilakukan baik menggunakan herbal dan penanganan medis oleh dokter maupun dokter spesialis. Namun hasilnya nihil…!
Melihat kondisi putri kedua dari empat bersaudara ini tak kunjung sembuh, pasangan ini sepakat untuk berobat ke Malang sekaligus bersilaturrahim ke keluarga di kota dingin ini.
Upaya Teny dan Nono belum juga menemui hasil bahkan tidak ada tanda-tanda membaik. Titik puncak dari penderitaan gadis kecil yang baru menginjak sekolah menengah pertama di pondok ini dinyatakan bahwa di hidungnya terdapat tumor. Namun demikian, Teny yang mengajar di salah satu madrasah di Dompu ini ia tetap memberikan semangat suaminya bahwa Allah sedang mengujinya.
Karena kondisi putri satu-satunya ini semakin memburuk dengan HB 4 Akhirnya dua pasangan ini, Teny dan Nono sepakat lagi melanjutkan perawatan putrinya ini di Mataram.
Setelah mendapatkan penanganan yang ada secara maksimal, dokter yang menangani si Dinipun menyarankan kepada Teny dan Nono agar mereka pasrahkan kepada ketentuan Allah. Kata dokter hanya dengan mukjizat Allah-lah yang mampu menyembuhkan penyakit Dini. “Ibu harus sabar dan banyak berdoa, hanyalah mukjizat Allah yang mampu menyembuhkan putri ibu,” kata Teny meniru ucapan dokter yang menangani Dini saat itu.
Menanggapi ucapan dokter tersebut, mereka tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Pemilik Jagat Raya ini yakni Allah taala melalui doa-doa terbaik mereka untuk buah hati si mata jantung ini.
Di saat sakit yang dideritanya dengan kondisi hidung yang terus mengeluarkan darah tiba-tiba muncul musibah baru bahwa si-Dini sudah tidak bisa melihat lagi. Dalam kondisi yang cukup memprihatinkan ini, tampaknya gadis beranjak ke usia remaja ternyata tegar menghadapi ujian Allah. Dengan modal hafalan Qur’an yang sempat ia hafal saat di Pondok, sang putri ini terus memurajaah hafalan Qur’annya. “Yang luar biasa, saat penyakit yang menggerogoti hidung dan matanya, ia (Dini-Red) tetap tegar sambil memurajaah (mengulan-ulang-Red) hafalan Al-Qurannya,” akui Teny yang tidak mampu menahan rasa harunya kepada Insanchannel.com, Kamis petang (3/11/2022) di Dompu.
Subhanallah…! Dengan keistiqamahannya memurajaah hafalan itulah kata Teny, kuasa Rabbal Alamiin secara berangsur-angsur kesehatan Dini terus membaik. “Alhamdulillah mulai sembuh dan matanyapun sudah mulai normal,” ujarnya sembari tetap mengajak suaminya untuk tetap melanggengkan tahajud dan dhuha buat kesembuhan putri tercintanya.
Dari sudut hati Teny yakin akan janji Allah, tidak mungkin Allah menurunkan penyakit kalau memang tidak ada obatnya. “Al-Quran adalah penyembuh penyakit,” ujarnya sambil menyetir sebuah ayat dalam Al–Qur’an;
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ
“Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Isra, 82).
Kini Dini menjalani hari-hari penyembuhannya dengan terus memurajaah hafalan Qur’an yang entah sudah berapa juz ia hafal di kediamannya. Semoga Allah tetap memberikan kesehatan yang prima buat Dini. Aamiin Ya Rabbal Alamiin. Wallahu a’lam bishawab. (nas)









