DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Kepala Kantor Kemeneterian Agama Kab. Dompu, Drs. H. Syahrir, M.Si menyayangkan bangunan miniatur ka’bah yang masih berdiri di Dompu tidak dirawat dengan baik. Padahal miniatur ka’bah ini katanya, sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran dan praktek manasik bagi calon jamaah haji dan umrah maupun proses pendidikan bagi para pelajar.
“Kalau hal ini dibiarkan tentunya sangat disayangkan, harusnya pemerintah daerah dan kita melakukan langkah langkah solutif atas kendala kendala yang ada sehingga miniatur ka’bah ini bisa di rawat dan berfungsi kembali,” sesal Drs. H. Syahrir, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu kepada Insanchannel.com, Selasa (9/11) di Dompu menanggapi adanya bangunan miniatur ka’bah yang tidak terawat dan tidak dimanfaatkan lagi.
Lebih lanjut dikatakan, kehadiran miniatur ka’bah awalnya cukup berfungsi sebagaimana mestinya yakni tahun 2007 sd 2010 kemudian setelah itu sepertinya tidak berfungsi. Bangunan itu adalah aset daerah yang fungsinya selain tempat praktek manasik haji dan umrah bisa juga dimanfaatkan untuk edukasi di tingkat pelajar melalui wisata belajar siswa.
Miniatur ka’bah yang telah berdiri di jantung kota Dompu yang dibangun belasan tahun lalu ini jelasnya, seharusnya menjadi perhatian semua elemen masyarakat karena nilai dan syiarnya bagi masyarakat Islam sungguh memberikan nuasa yang konstruktif bagi pembinaan dan sentral pembelajaran dan latihan bagi masyarakat. “Khusus generasi Islam akan memberikan energi positif akan arti sebuah lambang atau arah kiblat umat Islam,” ujar Kepala Kantor Kemenag. Kab. Dompu ini.
Syahrir mengatakan, realita di kota besar seperti Jakarta bahwa siswa Raodhatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-Kanak (TK) acapkali memanfaatkan miniatur ka’bah yang ada sebagai program utama yang selalu hadir untuk proses pembelajaran dan mempraktekkan dan memperkenalkan cara dan prosedur manasik haji. Artinya katanya, masyarakat Dompu yang hendak berangkat haji atau umrah bisa memanfaatkannya untuk praktek melaksanakan tawaf.
“Karenanya saya mengetuk hati semua elemen masyarakat agar peduli bersama merawat dan memanfaatkan kembali bangunan ka’bah yang selama ini tidak terawat dengan niat ibadah kepada Allah SWT,” paparnya seraya menambahkan, miniatur Ka’ bah ini menjadi aset daerah yang memang dasar pertimbangan dibangunnya adalah mempermudah calon jamaah haji dalam praktek mekanisme manasik haji. (nas)











