DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Untuk pertama kalinya di saat pandemi covid-19 belum juga reda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Dompu menggelar kegiatan rapat evaluasi pelaksanaan program. Beberapa persoalan mengemuka antara lain persoalan kegiatan MUI yang terhambat karena covid-19 hingga persoalan Kantor Sekretariat Majelis Ulama Indonesia.

“Kantor MUI dan Baznas sangat layak menempati Kantor eks Puskesmas Kota Dompu,” ungkap Drs. H. Amin Rasul, salah seorang pengurus MUI Kabupaten Dompu pada rapat evaluasi program kerja MUI Kab. Dompu, Sabtu (13/11) di Aula Kantor Kemenag. Kab. Dompu.
Pada acara yang tanpa dihadiri oleh Ketua Umum MUI Kab. Dompu ini disamping persoalan kantor MUI juga dibahas tentang berkembangnya paham keagamaan di tengah masyarakat yang dikhawatirkan memicu perpecahan umat. Untuk itu diminta agar Majelis Ulama Indonesia menjadi jarum bukan menjadi gunting. “Kita di Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus hadir layaknya jarum yang menyatukan perbedaan yang ada di tengah masyarakat bukan menjadi gunting,” ujar Syarifuddin Embang, salah seorang Pengurus MUI Kab. Dompu.
Untuk itu kata mantan anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Dompu ini, semua pihak untuk sama-sama menjaga kondusifitas kehidupan keberagamaan di tengah masyarakat. “Termasuk persoalan khilafiah agar tidak dipertajam,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan Kasturi, S.Pd, Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah MUI Kab. Dompu menegaskan bahwa tugas utama Majelis Ulama Indonesia adalah merangkum semua perbedaan paham yang ada di Indonesia. “MUI Dompu harus berperan memberikan rambu-rambu,” ujarnya.
Sisi lain, Kasturi memberikan stressing agar program MUI juga harus betul-betul menyentuh persoalan yang dibutuhkan umat diantaranya berupa pelatihan memandikan jenazah. “Saat ini, petugas yang biasa memandikan mayat sangat langka sekali,” ujar pensiunan Dinas Dikpora Dompu ini.
Sementara itu, Ketua MUI Kec. Manggelewa, H. Usman H. Abubakar mengakui, banyak orang pintar di tengah masyarakat tapi enggan tampil di muka umum. Untuk itu ia menyarankan agar MUI Kab. Dompu mengirim secara berkala khatib-khatib kabupaten untuk turun ke kecamatan dan desa untuk menjadi khatib atau imam. “Ini penting sebagai harapan kita di bawah,” sarannya pada acara yang dihadiri Abubakar, SH (Unsur Ketua), Alimuddin, S.Ag (Unsur Ketua), dan unsur ketua lainnya.
Lain lagi dengan Ketua MUI Kec. Dompu, Abidin Ismail yang menyoroti persoalan peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan. “Luar biasa narkoba sudah merajalela dan secara terang-terangan menjual narkoba,” paparnya seraya menambahkan, kondisi ini sudah masuk menjadi musibah narkoba. Untuk itu ia berharap agar hal ini di tingkat pimpinan agar mengambil langkah-langkah strategis agar persoalan narkoba ini dapat diminimalisir bahkan ditiadakan peredarannya.
Sekretaris Umum MUI Dompu, Drs. Tirmizi pada kesempatan yang sama mengungkapkan, MUI kab. Dompu akan terus memperjuangkan kehadiran kantor yang respentatif. MUI Kab. Dompu saat ini katanya, berkantor sementara di eks Kantor Kesbang Poldagri pasca dimanfaatkannya Islamic Center untuk pembangunan Puskesmas Kota yang baru. (nas)











