DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Bagi banyak kalangan menyebut, sosok Gajah Mada adalah sosok yang misterius. Maka tidak heran mahapatih di kerajaan yang pernah menguasai Nusantara ini diakui sebagai sosok yang berasal dari daerahnya.

Demikian juga dengan Dompu, menyebut “La Lembo Ro o Fiko” tidak asing lagi bagi masyarakat setempat. Ia adalah sosok yang memiliki kekuatan dan kemampuan layaknya seekor gajah. Dengan kemampuan yang dimiliki menghantarkannya menjadi mahapatih di kerajaan Majapahit.
“Tentang La Lembo ro-o fiko konon itu makam Gajah Mada,” jujur Ir. Nurhaidah, Pemerhati sejarah dan budaya Dompu menjawab insanchannel.com, Rabu (24/11) di Dompu.
Namun bagi putri salah seorang sejarawan Dompu, H. Israil ini, kebenaran tentang La Lembo Roo Fiko ini adalah rahasia keluarga. “Betul apa tidaknya itu rahasia keluarga,” tandasnya seraya menambahkan, La Lembo ro o fiko itu dijaga oleh yang mengaku turunannya. Dan lahan makamnya itu kebetulan dimiliki keluarga yang mengaku turunannya.
Semua cagar budaya termasuk makam la Lembo Roo Fiko ini kata Dia, seharusnya dilindungi dan dijaga. “Perlindungan terhadap cagar budaya, selama ini hanya ompu Beko yang peduli,” akui wanita yang kini jadi pendamping setia tokoh masyarakat Dompu, Drs. H. Asikin Ahmad ini.
Menurut Dae Dau, panggilan akrab Nurhaidah ini, bukan hanya makam La lembo Roo Fiko itu yang terabaikan, tapi hampir semua situs sejarah yang menyimpan jejak sejarah Dompu terabaikan. “Pemerintah harus berusaha mengusulkannya menjadi cagar budaya yang dilindungi dan harus dipagari,” tandasnya.
Hasil pantauan insanchannel.com di lokasi makam La Lembo Roo Fiko ini, makam yang diperkirakan berukuran 3 x 7 meter ini masih dibiarkan utuh dan terbuka disamping pohon kesambi di tengah hamparan lahan yang siap ditanami tanaman musiman oleh pemilik lahan.

“Kita pertahankan makam ini apa adanya dan tidak diganggu,” ujar Sahbuddin, S.Pd, tokoh masyarakat Huu yang mendampingi insan channel.com untuk melihat dari dekat kondisi makam la lembo Roo Fiko ini.
Syahbudin yang juga Ketua BPD desa Huu ini mengakui, pada masa kepemimpinan Ompu Biko (H. Abubakar Ahmad, SH) sebagai bupati Dompu, cagar budaya la Lembo Roo Fiko ini pernah diteliti oleh pusat. “Namun kita larang untuk digali,” akuinya seraya berharap cagar buaya seperti ini harus mendapat perhatian dari semua pihak terutama pemerintah sehingga generasi ke depan memahami arti sebauh peradaban dan sejarah. (nas)











