DOMPU, INSANCHANNEL – Muhammad Alimuddin, S.Ag akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Dompu dalam musyawarah dan revisi pengurus FKUB Kab. Dompu yang digelar di gedung Dharma Wanita Kab. Dompu, Sabtu (11/12).

Proses pemilihan ketua FKUB Dompu ini berjalan cukup alot setelah dua figur menyatakan siap untuk maju sebagai calon ketua yakni masing-masing Muhammad Alimuddin, S.Ag dan Drs. M. Sholihin. Dan untuk menghindari terjadinya voting, para peserta musyawarah yang seluruhnya berasal dari anggota pengurus FKUB Kab. Dompu ini menyarankan untuk membentuk tim formatur.
“Kita sepakat dalam memilih ketua FKUB ini dengan membentuk tim formatur,” tandas H. Khaeruddin, SH, Kabag. Kesra Setda Dompu yang ditunjuk sebagai pimpinan rapat. Peserta rapat juga sepakat menunjuk H. Khaeruddin, SH yang juga salah seorang pengurus FKUB Kab. Dompu ini juga ditunjuk sebagai ketua tim formatur bersama enam anggota formatur lainnya.
Tidak berlangsung lama formatur bersidang, akhirnya mereka sepakat memilih Muhammad Alimuddin, S.Ag sebagai Ketua FKUB Kab. Dompu periode 2021-2027. Sementara rivalnya, Drs. M. Sholihin tetap diakomodir sebagai pengurus FKUB juga. “Selamat kepada Pak Muhammad Alimuddin, S.Ag sebagai Ketua FKUB Dompu yang baru,” ucap H. Khaeruddin usai membacakan hasil kerja formaturnya.
Ketua FKUB Dompu terpilih Muhammad Alimuddin, S.Ag, usai acara pemilihan kepada insanchannel.com mengatakan, tugas berat menantinya. “Bagaimana kita mensukseskan program Nasional yaitu program lounching pencanangan Tahun Moderasi dan Toleransi tahun 2022 dimana NTB sebagai tuan rumah,” ujarnya seraya menambahkan, untuk mewujudkan harapan ini Dompu memilih Kel. Dorotangga sebagai pilot project percontohan.
Ketika ditanya tentang langkah pertama akan segera dilakukan dalam kepemimpinannya yakni mengupayakan sekretariat bersama atau kantor untuk FKUB. “Karena dengan keberadaan sekretariat atau kantor yang representatif akan lebih maksimal dan memiliki kekuatan dan legal standing untuk operasional FKUB,” ujar Kasi PAI pada Kantor Kemenag. Dompu ini.
Alimuddin juga mengakui, langkah prioritas yang dilakukan pihaknya, meningkatkan koordinasi yang intens dengan seluruh tokoh lintas agama dan pemerintah. Secara berkala yaitu minimal 1 x sebulan. Termasuk katanya, penguatan organisasi melalui rapat konsolidasi pengurus dan taat regulasi. Dan menghadapi suasana Natal dan tahun baru dengan tetap menjaga kondusifitas dan kerukunan antar umat beragama. “Harapan kita tetap mempertahankan dan meningkatkan kerukunan yang ada,” turunya.
Sementara itu Bupati Dompu melalui Asisten I Setda Dompu, H. Burhanuddin, SH pada pembukaan acara musyawarah FKUB mengungkapkan, isu-isu penting yang berkembang di tengah masyarakat terjadi saat ini terutama kelangkaan pupuk, soal bibit, bencana banjir dan bencana-bencana lain perlu keterlibatan semua pihak terutama keterlibatan tokoh agama yang memberikan kesadaran kepada masyarakat.
“Kelihatan keluarga kita ini tidak gunakan istighfar lagi dalam membabat hutan maka penyadarannya harus melalui bahasa agama,” papar H. Burhanuddin, SH, Asisten I Setda Dompu. (nas)










