Gegap gempita terpancar di penjuru langit Indonesia. Berbagai macam acara digelar oleh seluruh komponen rakyat Indonesia, demi menyambut hari yang sakral, yaitu memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 79 jatuh pada 17 Agustus 2024. Menyambut momen bersejarah itu, masyarakat begitu sangat antusias, tak terhitung jumlah mata lomba yang mereka adakan, simbol dan atribut yang menandakan identitas kebangsaan dikibarkan, tentu warna merah dan putih mendominasi di banyak tempat.

Ritual tahunan ini memang selalu ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia apalagi di moment upacara bendera tahun ini, ibu-ibu ada yang berusaha tampil lebih elegan dengan kebaya putih, jilbab merah dengan tenunan songket kombinasi benang emas khas daerah masing-masing. Perpaduan pakaian ini seolah mewakili rasa dan suasana semangat memperingati detik-detik upacara HUT kemerdekaan 17 Agustusan.
Merah-putih dan warna emas seperti sebuah kesatuan yang mengukir berjuta rasa dan asa. Betapa arti semangat keberanian terus menggema seiring niat suci tulus dan ikhlas menjadi modal utama yang diharapkan akan mewujudkan kesejahteraan dan kejayaan. Bukan hanya sekadar tebar pesona lewat pakaian apalagi dengan maksud menarik perhatian publik.
Pernak-pernik berpakaian sambut tujuh belasan, selain sebagai fashionable juga merupakan cara masyarakat Indonesia mengekspesikan diri sebagai wujud semangat memperingati sebuah momen sejarah perjuangan bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang merdeka. Sejarah kemerdekaan adalah sejarah perjuangan dan pengorbanan. Sikap patriotisme itu ditunjukkan oleh para pahlawan dengan nyawa sebagai taruhannya.
Puncak dari perayaan HUT RI adalah ketika upacara dilakukan dan sang saka merah putih itu dikibarkan. Pada detik-detik upacara, kita selalu menyaksikan barisan pasukan pengibar bendera dengan pakaian seragam putih lengan panjang dilengkapi merah putih melingkar di leher, juga kopiah hitam dengan lambang burung garuda berwarna keemasan terpasang indah. Mereka adalah personil yang biasa dikenal dengan istilah Paskib (pasukan pengibar bendera-Red). Mereka adalah putera-puteri pilihan yang berprestasi dari seluruh Indonesia, mereka tampil mewakili provinsi masing-masing untuk bertugas mengibarkan bendera merah putih.
Saat menyaksikan kemeriahan dan kedisplinan yang luar biasa ditampilkan oleh anggota Paskib ini, kita mencoba merenung sejenak perihal makna dibalik warna merah dan putih pada bendera, pakaian, umbul-umbul, simbol dan atribut lainnya. Mengapa harus merah putih?
Sesungguhnya warna putih, sebagaimana disebut dalam hadits yang termuat dalam kitab Riyadus Sholihin karya Imam Nawawi, diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.” Dari Ibnu Abbar r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda : ”Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian. Dan kafanilah orang yang meninggal dunia diantara kalian dengan kain putih!” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi).
Selanjutnya diriwayat lain terkait pakaian warna merah disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari Muslim seorang yang bernama AI Barra bin Azib r.a.,ia berkata : ”Tubuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berukuran sedang saya pernah melihat beliau mengenakan kain merah, dan belum pernah melihat orang yang lebih tampan dari beIiau.”(HR..Bukhari Muslim).
Dari dua petikan hadits diatas, menunjukkan bahwa kita berpakaian putih dan merah memang merupakan pakaian yang disunnahkan dan memiliki keutamaan untuk dipakai baik dalam ibadah maupun aktifitas lainnya.
Ini berarti kita semakin paham bahwa ternyata warna merah dan putih ini menjadi pilihan tepat dan tetap melekat dengan kepribadian bangsa Indonesia terlebih lagi bagi seorang Muslim. Artinya kita sadar bahwa hadirnya pakaian putih disamping menunjukkan simbol kebersihan juga menjadi pilihan bernilai ibadah di sisi Allah taala. Semoga dengan semangat merah putih yang terus membara, memacu jiwa raga setiap anak bangsa dan melejitkan seluruh potensi dan jati diri insan beriman. Merah putih teruslah berkibar dan tetaplah menjadi pilihan.(*)
*Penulis adalah Pengawas Madrasah pada Kemenag. Kab. Dompu.










