ADVERTISEMENT
Rabu, 10 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami
Insan Channel
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Insan Channel
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kiprah Kancira Daha Lestarikan Kerajinan Tenun Muna Pa’a

admin@insanchannel.com by admin@insanchannel.com
30 Agustus 2024
in Ekonomi
0
Kiprah Kancira Daha Lestarikan Kerajinan Tenun Muna Pa’a

Siti Nursa (kanan) yang sedang menata benang pada alat tenun miliknya untuk membuat kain tenun Muna Pa'a. Ia didampingi anggotanya.

Bagikan di WahtsAppBagikan di Facebook

Usia senja tak membuat kedua tangan Siti Nursa kehilangan irama. Jemarinya lincah menata benang-benang berwarna pada alat tenun berbahan kayu. Tatapan matanya tajam, memastikan setiap helai benang berada pada posisi tepat untuk membentuk sebuah pola. Setelah usai serangkaian penenunan tradisional yang cukup rumit dan memakan waktu, tampaklah Muna Pa’a yang menjadi kebanggaan masyarakat Dompu.

Muna Pa’a adalah tenun asli Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada masa kesultanan lampau, kain ini digunakan oleh para sultan dan bangsawan Dompu untuk menunjukkan status kebesaran mereka. Nilai historis yang berharga membuat kain bercorak tiga dimensi ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2023.

RelatedPosts

Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan di Kota Bima

Bank NTB Syariah Tegaskan Layanan Pembiayaan Dilaksanakan Sesuai Ketentuan yang Berlaku

Iklim Investasi Positif, The Mandalika Percepat Pengembangan Kawasan dan Pariwisata

Penetapan tersebut membuat semangat pelestarian warisan budaya Muna Pa’a semakin menggema di Kabupaten Dompu. Kancira Daha, sebuah kelompok tenun yang berasal dari Kecamatan Hu’u, turut mengambil peran. Kelompok yang beranggotakan enam orang perempuan ini terus mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi terhadap pelestarian budaya sekaligus meningkatkan taraf ekonomi lokal.

Siti Nursa (60) adalah ketua kelompok tenun Kancira Daha. Menurutnya, sebelum berbentuk kelompok, para perempuan di desanya biasa menenun kain untuk keperluan pribadi. Mereka membuat tenun Nggoli khas Suku Mbojo dari Bima dan Dompu, dan juga kain-kain dengan motif sederhana. Kesamaan minat membuat mereka berkarya secara berkelompok. Nama Kancira Daha sendiri berasal dari nama dusun dan desa setempat.

Nursa menjelaskan, kelompok ini berjalan secara swadaya dengan penuh keterbatasan. Mereka tidak memiliki fasilitas yang memadai maupun pendampingan intensif agar hasil tenun mereka semakin bermutu. Namun semuanya membaik ketika PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan yang sedang melakukan eksplorasi tembaga di Kecamatan Hu’u, memberikan perhatian lebih kepada kelompok tenun Kancira Daha pada tahun 2022.

“Sudah banyak dukungan yang diberikan STM sejak awal pendampingan. Perusahaan membuka pengetahuan kami tentang bisnis tenun, meningkatkan promosi, hingga memfasilitasi akses pasar. Kami juga mendapat bantuan peralatan produksi kain tenun dan etalase untuk menyimpan produk-produk kami,” ungkap Siti Nursa belum lama ini.

Nursa menambahkan, di antara semua dukungan tersebut, yang paling ia syukuri adalah kesediaan perusahaan untuk mengajari kelompok tenun Kancira Daha membuat kain Muna Pa’a. Nursa dan rekan-rekannya cukup mengenal Muna Pa’a dan mengetahui bahwa jenis tenun ini adalah salah satu warisan budaya Dompu, tetapi mereka belum terbiasa membuatnya. Nursa mengatakan bahwa teknik dan pola pembuatan Muna Pa’a tidak sama dengan kain-kain tenun yang biasa ia buat.

“Selama ini kami hanya mendengar dan melihat saja tentang tenun Muna Pa’a. Katanya, tenun ini sudah ada sejak zaman kesultanan dulu. Kami baru belajar membuat Muna Pa’a bersama program pendampingan STM. Ini berbeda dengan tenun yang biasa kami buat karena lebih banyak kreasi dan kami harus lebih teliti,” ucap Nursa.

Meskipun perlu beradaptasi, perlahan tetapi pasti, kelompok tenun Kancira Daha dapat memproduksi kain Muna Pa’a sendiri. Waktu yang dibutuhkan seorang penenun untuk membuat kain Muna Pa’a berukuran satu meter adalah paling lama 14 hari. Pengerjaan ini memakan waktu dua kali lipat lebih lama dibandingkan kain tenun biasa. Namun, para anggota kelompok mengaku menikmati setiap prosesnya.

Dari segi ekonomi, kerajinan tenun Muna Pa’a dapat memberikan penghasilan tambahan bagi para anggota Kancira Daha yang sebagian berprofesi sebagai petani sayur-mayur. Harga satu kain Muna Pa’a berukuran panjang 4 meter dan lebar 68 centimeter berkisar Rp.600.000. “Pendampingan oleh STM telah meningkatkan kemampuan kami dalam membuat kain-kain tradisional dan membantu kami dalam mewujudkan kemandirian ekonomi,” ujar Nursa.

Kini masing – masing anggota memiliki peralatan tenun tradisional dan disimpan di setiap rumah. Sehingga anggota bisa menenun di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Rumah kayu 9 tiang milik Siti Nursa menjadi tempat pertemuan kelompok. Sehingga kekompakan kelompok bisa terus terjaga.

Sejak didampingi STM, nama Kancira Daha beserta produk-produk yang dibuatnya semakin dikenal luas. Kelompok ini difasilitasi untuk terhubung dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu demi pengembangan usaha yang lebih baik. Selain itu, Kancira Daha juga mengikuti pameran-pameran usaha lokal seperti Dompu Expo bersama STM pada Juni 2024 lalu dan tak menutup kemungkinan untuk terlibat pada pameran lainnya yang lebih besar.

“Alhamdulillah produk kami semakin dikenal. Kami telah membuatkan pesananan Muna Pa’a sebanyak 22 lembar untuk kantor pemerintahan, termasuk digunakan oleh Bapak Bupati Kabupaten Dompu beserta Ibu. Kami juga menjalin kerja sama dengan pengusaha wisata di Pantai Lakey Hu’u untuk pembuatan oleh-oleh. Belum lagi, berbagai pesanan yang datang dari STM untuk keperluan dalam negeri dan luar negeri,” jelas Nursa.

Nursa dan para anggota kelompok tenun Kancira Daha sangat menghargai program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi yang diinisiasi oleh STM. Program ini berkontribusi dalam pelestarian kain tradisional di Kabupaten Dompu, khususnya tenun Muna Pa’a. Program ini juga memberi kesempatan bagi para peremuan Desa Daha untuk memperkuat ekonomi keluarga.

“Dukungan dari STM sangat berarti bagi kami dan semoga semakin banyak pihak-pihak yang peduli terhadap perkembangan UMKM. Kami berharap tradisi tenun tradisional ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang berusia lanjut seperti saya, tetapi juga oleh generasi muda. Kain tenun ini harus terus ada dan menjadi ciri khas Kabupaten Dompu,” tandasnya. (02ic)

Tags: Kelompok Tenun Kancira DahaMuna Pa'aPemberdayaan dan Pengembangan MasyarakatPT STM
Previous Post

AKJ Sebut Hanya 2 Tahun Maksimal Manfaatkan APBD Dompu untuk Visi Misi

Next Post

Hanya AKJ Syah dan Bambang – Syirajuddin Mendaftar di KPU Dompu

admin@insanchannel.com

admin@insanchannel.com

Related Posts

Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan di Kota Bima
Ekonomi

Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan di Kota Bima

25 Mei 2026
Bank NTB Syariah Tegaskan Layanan Pembiayaan Dilaksanakan Sesuai Ketentuan yang Berlaku
Ekonomi

Bank NTB Syariah Tegaskan Layanan Pembiayaan Dilaksanakan Sesuai Ketentuan yang Berlaku

25 Mei 2026
Iklim Investasi Positif, The Mandalika Percepat Pengembangan Kawasan dan Pariwisata
Ekonomi

Iklim Investasi Positif, The Mandalika Percepat Pengembangan Kawasan dan Pariwisata

24 Mei 2026
ITDC Umumkan Perubahan Jajaran Komisaris dan Direksi PT MGPA Nusantara Jaya
Ekonomi

ITDC Umumkan Perubahan Jajaran Komisaris dan Direksi PT MGPA Nusantara Jaya

14 Mei 2026
Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore
Ekonomi

Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore

6 Mei 2026
Dukung Akses Nelayan Hu’u, Pemda Dompu dan STM Bahas Pembangunan Dermaga Nelayan
Ekonomi

Dukung Akses Nelayan Hu’u, Pemda Dompu dan STM Bahas Pembangunan Dermaga Nelayan

5 Mei 2026
Next Post
Hanya AKJ Syah dan Bambang – Syirajuddin Mendaftar di KPU Dompu

Hanya AKJ Syah dan Bambang - Syirajuddin Mendaftar di KPU Dompu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Kolaborasi PWI NTB dan Unram Dorong Kemajuan Pers dan Olahraga Daerah

Kolaborasi PWI NTB dan Unram Dorong Kemajuan Pers dan Olahraga Daerah

9 Juni 2026
Mori Hanafi Dukung Porwada Perdana PWI NTB 2026, Optimistis PON 2028 Sukses

Mori Hanafi Dukung Porwada Perdana PWI NTB 2026, Optimistis PON 2028 Sukses

9 Juni 2026
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, STM Ajak Pelajar Dompu Daur Ulang Limbah Domestik

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, STM Ajak Pelajar Dompu Daur Ulang Limbah Domestik

5 Juni 2026
JMSI NTB – INTI NTB Bantu Yayasan Ponpes Azzainiyah Al-Majidiyah Kotaraja

JMSI NTB – INTI NTB Bantu Yayasan Ponpes Azzainiyah Al-Majidiyah Kotaraja

4 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami

© 2021 - insanchannel.com - Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya