DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Hari Pers Nasional (HPN) yang pelaksanaannya diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Dompu mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan termasuk insan pers. Moment peringatan HPN yang digelar untuk pertama kali di Pendopo Bupati Dompu ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pejabat dan insan pers sendiri.

“Tulisan teman-teman pers disamping memberikan informasi, educasi tetapi agar direduksi potensi memprovokasi karena ruh fungsi pers itu adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandas Andi Bachtiar, Amd.Par, Ketua DPRD Dompu pada silaturrahmi Hari Pers Nasional (HPN) di Aula Pendopo Bupati Dompu, Rabu (9/2).
Lebih lanjut Andi Bachtiar mengungkapkan, membedakan teman-teman pers dengan pegiat sosial sekarang beda-beda tipis. Pada saat yang sama teman pers menulis berita yang telah memenuhi unsur 5W+1H tetapi kemudian yang ironi justeru pada saat yang sama ikut komen lagi dalam kolom komentar di FB. “Lalu pertanyaannya, bapak ini menjadi teman-teman wartawan atau pekerja sosial,” sentilnya dengan diplomatis yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para hadirin.
Pada acara yang dihadiri Sekda Dompu, Gatot Gunawan Putra Perantauan, SKM, M.Mkes, Dandim 1614 Dompu, Kajari Dompu, pimpinan OPD, anggota PWI Dompu dan sejumlah insan pers di Dompu ini lebih lanjut mengakui, dirinya termasuk pihak yang tetap menjaga hubungan kemitraan dengan teman-teman pers. “Karena saya tahu tugas dan fungsi Bapak dan Saudara sangat besar dalam rangka membantu menyeimbangkan hubungan penyelenggara pemerintahan di daerah ini,” jujurnya.
Karena jika ada salah satu teman-teman pers merasa terluka atau dilukai kata Andi, maka kebersamaan teman-teman pers membuat daerah ini tidak nyaman. Untuk itu Andi Bachtiar menekankan, harus dibedakan antara takut dan menghargai. Dan menghargai itu katanya, jauh lebih penting daripada rasa takut saat datang wartawan dan lihat di jendela tinggal sembunyi. “Kalau takut. Tapi kalau menghargai kita welcome kita duduk bersama apa yang bisa kita diskusikan,” tandasnya.
Acara silaturrahmi HPN 2022 sedianya dihadiri sendiri oleh Bupati Dompu, Kader Jaelani tapi karena kondisi kesehatan kurang sehat sehingga diwakili Sekda Dompu. “Karena kondisi kesehatan Pak Bupati sedikit drop sehingga tidak bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan ini,” tutur Gatot Gunawan Putra Perantauan, SLM, M.Mkes. Sementara Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan mengikuti kegiatan penting lain dan tidak bisa hadir dalam acara silaturrahmi dengan insan pers di pendopo ini.
Abdul Muis, SH, M.Si, salah satu unsur Wakil Ketua PWI NTB yang didaulat untuk mengawal bincang-bincang jajaran pemerintah daerah dan insan pers, setelah memberikan kesempatan kepada Ketua DPRD Dompu untuk mengkritisi kiprah wartawan di daerah ini juga meminta pimpinan OPD di daerah ini untuk menyampaikan unek-uneknya di HPN ini.
Kadis Koperasi dan UKM Kab. Dompu, Drs. Khaerul Insan, MM pada kesempatan yang sama mengajak pers di daerah ini harus mampu memberikan informasi tentang isu-isu strategis pembangunan. “Pers diharapkan memberikan berita secara bersambung,” katanya. Karena di tingkat masyarakat juga menunggu informasi lanjutan yang disampaikan oleh pers.
Pers juga diharapnya, untuk bisa menyampaikan berita tidak hanya dari OPD-OPD yang gemuk secara anggaran. “Kadang-kadang kami dari OPD (Organisasai Perangkat Daerah-Red) yang kecil ini tidak dimintai berita, ini mohon maaf saja,” paparnya seraya berharap agar pers dapat memberi berita yag balance apa yang sudah dan akan dilakukan.
Pada kesempatan yang sama Asisten II Setda Dompu, Dra. Hj. Sri Suzana,M.Si berharap kepada teman-teman pers agar memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih. “Bagaimana kita bisa memberikan respon dengan baik, maka berbahasa Indonesialah yang baik dan benar sehingga dalam tulisan enak dibaca,” ajaknya.
Perempuan yang akrab disapa Umi Nana ini juga mengharapkan insan pers untuk menyampaikan berita yang berimbang dan tidak berat sebelah. “Peranan teman-teman adalah mencerdaskan dari yang tidak tahu sehingga lebih tau, yang tidak paham menjadi paham,” tandasnya seraya mengajak insan pers di daerah ini untuk berbenah diri sehingga lebih baik.
Berbeda dengan Kepala Dinas Komimfo Kab. Dompu, Abdul Syahid, SH yang menegaskan bahwa insan pers bukan momok yang menakutkan. Media dan insan pers adalah partner pemerintah yang harus tetap dijaga hubungannya. “Ke depan, OPD-OPD ini jangan merasa takut dengan media karena mereka hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara republik Indonesia,” tandasnya.
Ketua PWI Kab. Dompu, Nasrullah, S.Sos juga diberikan kesempatan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana Hari Pers Nasional (HPN) lahir. Ia memaparkan tentang peran pers baik jaman kemerdekaan maupun sesudahnya serta sejarah yang menyertai perjalanannya di tanah air.
Sementara itu Sarwon Alkhan, salah seorang wartawan yang juga pimpinan media di Dompu ini menilai, HPN di Dompu tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan momen HPN ini adalah saatnya para wartawan menerima kritikan termasuk dari pimpinan OPD. “Ini momen kita menerima kritikan,” ujar Sarwon. (nas)










