DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Nurul Adwiah Zahraini, atlir Tarung Derajat asal Kabupaten Dompu yang mewakili Provinsi NTB pada PON Belajadiri di Kudus Jawa Tengah berhasil masuk babak final. Ia akan berhadapan dengan Ainun, atlit asal Jawa Barat peraih medali emas PON Aceh Sumut tahun 2024 lalu.
Nurul Adwiah Zahraini asal Dusun Wera Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu ini turun di kelas tarung bebas putri kelas 45,1 – 50 kg. Ia akan bertanding di partai final pada Kamis (16/10) hari ini.

Abdul Khair, pelatih Tarung Derajat NTB asal Kabupaten Dompu kepada media ini, Rabu (15/10/2025) malam mengungkapkan, hasil sementara dari PON Beladiri di Kudus Cabor Tarung Derajat ada 8 nomor masuk Final. Untuk tarung bebas yaitu Nurul Adwiah Zahraini kelas 45,1 – 50 Kg Putri, M Rizki Difatul Idris kelas 64,1 – 67 Kg putra, dan Dedi Iswari kelas 70,1 – 75 Kg putra.
Pada nomor seni, yang masuk final yaitu Oura Rayu Thiyen untuk nomor Ranger Tunggal Putri. Nadila Putri dan Rizki Rahmawati untuk nomor Getar Putri Berpasangan. Arkan Fawwaz Heryansyah dan I Made Agus Mei Saputra untuk kelas Getar Putra Berpasangan.
Erlangga Hidayat, Denis Pebrian, dan Riadi Zulkarmawan untuk kelas Bertahan Menyerang Dua Arah. Aoura Ratu Thiyen, Nadila Putri, dan Rizki Rahmawati untuk kelas Rangkaian Gerak Putri Drajat Dua. “Semoga para atlit kita ini bisa berhasil mengharumkan nama daerah dalam pertandingan final besok,” harap Abdul Khair.
Selain 8 nomor yang masuk final, Nazmin As Ary yang turun di nomor tarung bebas putra kelas 58,1 – 61 kg juga berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen NTB. Atlit asal Desa Kareke Kecamatan Dompu yang sehari – hari sebagai mahasiswa program studi manajemen di STIE Yapis Dompu ini dalam pertarungan semi final sempat unggul poin melawan atlit asal Banten.
“Jalannya pertarungan cukup dramatis, Nazmin unggul poin namun sayangnya dilast minute, lawannya melepaskan tendangan keras ke arah wajah sehingga Nazmin tidak bisa melanjutkan pertandingan,” ungkap Abdul Khair.
Kendati demikian, sebagai pelatih dirinya cukup bangga atas capaian para atlitnya. Sebagai pendatang baru, para atlit ini bisa mengimbangi atlit – atlit berpengalaman dari provinsi lain. “Ini menjadi modal yang baik bagi mereka dalam meraih prestasi di masa akan datang,” katanya. (IC02)











