DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) bersama Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dompu menggelar Workshop Perencanaan Strategi Implementasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Aula Kemenag Kabupaten Dompu, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh program INOVASI NTB ini dihadiri oleh pimpinan daerah, fasilitator, Kepala Sekolah Dasar Prioritas, serta Kepala Madrasah Prioritas, dengan fokus utama merumuskan langkah nyata peningkatan mutu pendidikan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Workshop ini dirancang untuk memastikan bahwa penguatan literasi dan numerasi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi gerakan sosial yang melibatkan keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar. Melalui model implementasi berbasis gugus sekolah dan KKM, program ini diharapkan dapat membantu memahami pola pendampingan belajar yang sehat, serta menggeser kebiasaan memberi gawai kepada anak usia dini yang kerap menghambat perkembangan kognitif.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Dompu, H. Najamuddin, dalam arahannya menegaskan bahwa belajar adalah kewajiban mutlak yang tidak mengenal batas sumber, model, maupun bahasa. “Membaca adalah kunci utama. Melalui program ini, kita diajak membangun budaya baca yang tidak berhenti di dinding sekolah, tetapi meresap hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat. Pola pemberian gadget kepada anak sejak dini harus segera kita ubah. Pendidikan dan membaca harus ditanamkan sebagai sebuah kewajiban, bukan sekadar pilihan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada INOVASI NTB yang konsisten memperjuangkan masa depan anak bangsa di Dompu. “Program ini sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Hari ini, kehadiran rekan-rekan dari madrasah membuktikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kemenag tidak memiliki batasan ketika menyangkut tujuan mulia, yaitu nasib dan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Bappeda Kabupaten Dompu menyoroti keterkaitan erat antara pendidikan dengan indikator pembangunan daerah. “Dalam mengukur kualitas suatu wilayah, pendidikan menjadi salah satu dari tiga indikator utama. Alhamdulillah, angka literasi di Dompu kini telah meningkat menjadi 64 persen. Apapun hasil kesepakatan yang lahir dari workshop hari ini, Bappeda berkomitmen mendukung penuh implementasinya demi kemajuan masyarakat Dompu,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan workshop mencakup paparan strategi implementasi, diskusi kelompok terfokus, pleno perumusan rencana aksi, hingga pelatihan baseline numerasi. Seluruh peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan madrasah akan membawa hasil perumusan strategi langsung ke tingkat gugus dan komunitas, memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan menyentuh akar rumput dan dapat diukur dampaknya oleh publik.
Melalui workshop ini, seluruh sektor terkait berharap strategi yang dirumuskan tidak hanya berhenti dalam dokumen perencanaan, melainkan benar-benar diimplementasikan secara konsisten di tingkat gugus sekolah dan madrasah prioritas.
Diharapkan, kolaborasi sinergis antara guru, orang tua, dan tokoh masyarakat mampu membangun ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga budaya literasi dan numerasi tidak lagi menjadi beban akademik semata, melainkan menjadi keterampilan hidup yang meresap dalam keseharian masyarakat Dompu.
Dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan dari INOVASI, Dikpora, dan Kemenag, diharapkan Kabupaten Dompu dapat menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pendidikan yang partisipatif mampu bertransformasi menjadi kesejahteraan dan kemajuan nyata bagi anak bangsa. (Samad)











