SAKARYA TURKEY, INSANCHANNEL.COM – Ramadhan 1443 H/2022 M ini bagi Mahros, salah seorang mahasiswa asal Indonesia di Turkey berbeda dibandingkan puasa di tahun-tahun sebelumnya saat di Indonesia. Yang mencolok yang dirasakannya adalah lamanya waktu menjalankan puasa. “Di Indonesia puasanya sekitar 13 jam, sedangkan di Turkey 15 jam dan tidak ada yang main-main petasan,” ungkap Mahros, mahasiswa TC Sakarya Universitesi Turkey kepada Insanchannel.com melalui Whatsappnya, Selasa (5/4/2022).

Perbedaan lain kata remaja yang biasa dipanggil Ayos ini, puasa Ramadhan di Turkey dimulai pada tanggal 2 April 2022 dengan taraweh 20 rakaat plus 3 rakaat witir. “Setiap orang kadang-kadang lelah dengan rutinitas sehari-hari tapi ketika bertemu teman-teman untuk berbuka puasa bersama bisa melepas penat,” tuturnya seraya mengakui rindu akan kebersamaan dengan keluarga, teman-teman di Indonesia dan rindu suasana puasa dengan jalan subuh setelah sholat subuh.
Mahasiswa asal Dompu ini juga mengakui, untuk menu buka puasanya masih belum cocok dengan makanan Turki. “Jadi kami masak sendiri masakan indonesia untuk menu berbuka seperti sop ayam, opor ayam dan lain lain,” jujur anak sulung dari empat bersaudara pasangan Bunyamin, B.Sc dan Roslina, S.Pd ini sembari menyebut, tradisi sahur Sakarya tidak orang orang yang berteriak-teriak membangunkan orang untuk sahur, makanya mereka menyiasati dengan menyetel alarm di handphone untuk bangun sahur.
Ketika ditanya tentang apa yang membuat tertarik kuliah di Turkey. “Karena pendidikan di Turki maju dengan komitmen pemerintah Turki memberikan kemudahan fasilitas dan biaya pendidikan yang terjangkau bagi mahasiswa asing,” paparnya seraya menambahkan, seluruh kampus di Turki negeri maupun swasta sudah mengadopsi perjanjian bologna, yaitu gelar dan programnya sudah diakui dan sama dengan standar universitas-universitas yang berada di seluruh Eropa.
Ke depan ia berharap, apa yang dilakukannya ini bisa membahagiakan Mama dan Aba. “Semoga bisa balik ke Indonesia merubah dan memperbaiki sistem dari segi politik maupun pendidikan dan bisa ikut andil dalam perubahan Indonesia yang lebih baik lagi,” ujarnya berharap. (nas)










