DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Hampir sebelas tahun lamanya miniatur Ka’bah yang dibangun di belakang Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu ini terbengkalai. Miniatur Ka’bah yang pernah dimanfaatkan untuk pelatihan manasik Haji dan Umrah tersebut kini kondisinya memprihatinkan dan tertutup semak belukar.

“Jaman saya hanya dipakai dua atau tiga tahun, setelah itu gak pernah dipakai,” jujur H. Anwar H. Ahmad, S.Ag, mantan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Departemen Agama Kabupaten Dompu kepada insanchannel.com, Sabtu (6/11).
H. Anwar H. Ahmad mengaku bahwa, pemanfaatan miniatur Ka’bah yang dibangun sekitar tahun 2007 itu hanya dimanafaatkan pada musim haji 2008 dan 2009. “Sayang bangunan yang berdiri di atas tanah negara di tengah lahan strategis ini tidak dirawat dan dimanfaatkan lagi,” ujarnya seraya menambahkan, miniatur itu bisa dimanfaatkan bukan saja untuk kepentingan manasik haji dan umrah tapi juga untuk kepentingan proses pembelajaran bagi pelajar.
Pada musim haji tahun 2008 dan 2009 jelasnya, pelaksanaan manasik haji dan umrah bagi calon jamaah haji menggunakan gedung SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Dompu yang lokasinya berdekatan dengan miniatur bangunan ka’bah. “Jadi praktek manasiknya langsung di lokasi bangunan Ka’bah yang kebetulan dekat juga dengan SKB,” tandasnya.
Salah seorang tokoh masyarakat Kandai dua Dompu, H. Hamid Ishaka menyayangkan tidak lagi dirawat dan dimanfaatkannya miniatur Ka’bah tersebut. “Waktu berangkat haji saya tahun 2009 dimanfaatkan, setelah itu mungkin karena becek tidak lagi dimanfaatkan,” jujurnya.
Sementara itu Mantan Kepala Kantor Departemen Agama (Sekarang Kementerian Agama-Red), Drs. H. Burhanuddin MS, juga menyayangkan tidak terpelihara dan dimanfaatkan miniatur bangunan Ka’bah dimaksud. “Sebenarnya kita sayangkan betul miniatur ka’bah ini dibiarkan terbengkalai,” sesalnya seraya menambahkan, bangunan itu bisa dirawat dan dijadikan pelatihan manasik haji dan umrah juga untuk anak-anak disamping manasik haji dan umrah bagi calon jamaah.
Burhanuddin mengakui adanya kendala akses ke areal bangunan ka’bah tersebut dari jalan negara. Tapi menurut mantan Ketua Baznas Dompu ini, sebelah utara LLAJR atau kantor Dinas Pehubungan tanahnya luas sebagai alternatif akses masuk areal bangunan ka’bah ini. “Kebetulan saat zamaan saya (sebagai Kakan.Depag.-Red)pelatihan manasiknya di SKB dan langsung keluar untuk praktek,”imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Asisten II Setda Dompu, Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si, mengakui akan melakukan koordinasi dengan Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda). Karena dengan struktur baru saat ini urusan kesra ditangani Asisten I Setda. “Miniatur ini penting artinya sebagai wadah untuk pembelajaran,” pungkasnya secara terpisah, Senin malam (8/11) di Dompu. (nas).











