DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Banjir bandang merendam ratusan rumah warga di 6 Kelurahan dan Desa di Kabupaten Dompu, Kamis (11/11/2021) sore. Banjir bandang ini diklaim akibat intensitas hujan yang tinggi, ditambah oleh banyaknya tumpukan sampah pada daerah aliran sungai.
Kendati merendam ratusan rumah warga, banjir tidak sampai memakan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan berat pada perumahan warga atau fasilitas umum. “Belum tau kerusakannya. Tapi yang pasti, tidak ada korban jiwa. Rumah yang terendam sekitar 200 rumah di kelurahan Bada, Bali 1, Karijawa, SImpasai, dan Kandai Dua. Kalau Wawonduru, belum terima laporannya,” kata kepala BPBD Kabupaten Dompu, Tajuddin HIR, SH saat dihubungi, Kamis malam.
Tajuddin mengatakan, banjir bandang yang merendam ratusan rumah tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Karena sebelum banjir tiba sekitar pukul 16.00 wita, diawali dengan hujan dengan intensitas tinggi sekitar 2 jam lebih. “Jadi wajar airnya merendam rumah warga. Selain karena variable lain, salah satu penyebabkan karena sungai dangkal dan sampah di sungai,” katanya.
Karena hujannya merata, sehingga semua sungai yang melintasi kota mengalami banjir. Hanya saja, luapan air yang cukup besar terjadi pada sungai Silo dan melintasi Bada, Bali 1, Karijawa kemudian menyatu dengan sungai Nae di Simpasai.
Selain melakukan pendataan, warga korban banjir juga didistribusikan bantuan nasi bungkus, air mineral. Nasi bungkus yang dibagi merupakan sumbangan dari masing – masing OPD atas instruksi Bupati melalui Sekda Dompu. “Kita distribusikan nasi bungkus sekitar 500 bungkus ke warga yang terkena dampak,” ungkapnya.
Tajuddin pun menghimbau kepada warga untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat buang sampah. Selain dapat mendangkalkan sungai, juga dapat menutup aliran sungai yang berdampak pada banjir meluap akibat tidak tertampung sungai. (vin)











