DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Orang tua dan mahasiswa penerima beasiswa merasakan mengaku sangat terbantu dengan beasiswa yang diberikan PT Sumbawa Timur Mining (STM). Apalagi beasiswa ini hadir di saat para orang tua sedang masa sulit untuk membayar biaya kuliah bagi putra-putrinya.
“Saat ini, masa pancaroba. Di saat kami sedang bingung untuk membayar uang semester, beasiswa PT STM masuk rekening,” kata Yasin, SE, ayah dari Deyan Syahirah Khairunnisa mahasiswi Universitas Mataram saat memberikan kesan- kesannya mewakili wali dari mahasiswa/mahasiswi penerima beasiswa PT STM pada seremoni penyerahan beasiswa di aula kantor Camat Huu, Kamis (30/12) lalu.

Yasin awalnya ragu bahwa anaknya akan bisa mendapatkan beasiswa ini. Karena kekhawatirannya sistem perwakilan Desa, tapi ternyata benar-benar bagi mahasiswa berprestasi. Proses penjaringanpun cukup dimudahkan, karena dilakukan secara online dan tidak sampai mengganggu aktifitas kuliahnya di kampus. Bahkan ketika jaringan tidak baik, penguji memberi kebebasan untuk memilih waktu jaringan bagus.
Ia mengaku bangga setelah putra-putri asal Huu ini memperoleh beasiswa seperti ini. “Tidak ada kata lain, kecuali bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada PT STM,” jujur Yasin yang sempat merantau dan hidup 20 tahun di perusahaan-besar di Kalimantan Timur ini. Bahkan ia sempat bermimpi akan ada perusahaan besar di daerah kelahirannya. Mimpi itu kini jadi kenyataan, bahkan putrinya kini berada di lingkungan perusahaan dengan beasiswa yang diterimanya. “Harapan kami kedepan, mudahan-mudahan kuotanya (beasiswa) jangan hanya 10, tapi bisa lebih. Mudahan-mudahan,” katanya berharap.
Hal yang sama juga disampaikan Wahyudin Islamsyah, mahasiswa Bioteknologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta. “Beasiswa ini sangat membantu sekalli perekonomian kami,” kata mahasiswa semester 7 yang juga putra pasangan M Ali dan Siti Aminah asal Desa Rasabou ini seraya menambahkan, beasiswa ini sangat dibutuhkannya di tengah rencana penelitian yang ingin dilakukan pada Februari 2022 untuk akhir studinya.
Penelitiannya, mandiri tentang Deteksi molekuler yellow Head Virus (YVH) pada udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan metode reverse – transcriptase pollymerase chain reaction (RT-PCR) di tambak masyarakat Kabupaten Lombok Utara.
Beasiswa dari PT STM ini menjadi beasiswa pertama diterima alumni SMKN 1 Huu tahun 2018 ini. Selama kuliah, dirinya tidak pernah mendapat IPK di bawah 3,2 dan bahkan semester 5 dirinya mendapat IPK 3,6 dan 3,9 pada semester 6 yang menjadi syarat mendapat beasiswa.
Jumlah beasiswa yang diterima juga beragam, sesuai besaran biaya kuliah di masing – masing kampus, dan ada tidak penelitiannya. Biaya kuliah maksimal Rp. 8 juta per semester, biaya hidup Rp. 5 juta per semester, dan biaya penelitian bagi yang melakukan penelitian. (vin)









