DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Penguatan nilai agama menjadi kunci dalam mengatasi kenakalan anak dan remaja. Nilai agama akan menjadi pondasi yang kuat bagi anak dan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan kehidup.
“Saat anak remaja memiliki pondasi yang lemah, disinilah awal mula muncul banyak masalah bagi anak remaja. Berprilaku menyimpang seperti kenakalan remaja,” kata Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE di Pendopo Bupati, Senin (3/3/2025) siang.
Orang tua di rumah dan guru di sekolah memiliki peran strategis dalam penguatan nilai agama bagi anak dan remaja. Keteladanan dan pendampingan menjadi cara yang ampuh untuk menyadarkan anak dan remaja menjadi pribadi yang kuat serta berintegritas.
“Anak remaja yang memiliki pemahaman yang kuat terhadap ajaran agama yang dianut, memiliki kecenderungan untuk berperilaku yang sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku,” katanya.
Karenanya, pembinaan mental dan Rohani, pembiasaan berprilaku sesuai ajaran agama dan kegiatan magrib mengaji bagi umat Islam, adalah upaya dalam membentuk pribadi yang kuat dan berintegritas.
“Kegiatan magrib mengaji yang dicanangkan pemerintah, bukan saja membiasakan membaca al quran, tapi juga membiasakan mengikuti kajian keislaman dan belajar di rumah bersama keluarga,” harap Bambang.
Ia pun mengingatkan para orang tua dan guru, untuk lebih memahami karakteristik anak dan remaja. Tidak memaksakan keinginan orang tua, tapi sedapat mungkin diberi pemahaman agar mereka memiliki tanggungjawab pada dirinya dan sekitar. “Dengan pemahaman yang kuat, mereka dengan sendirinya akan menghindari perbuatan yang merugikan dirinya dan orang lain,” ungkapnya. (IC02/*)











