ADVERTISEMENT
Jumat, 16 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami
Insan Channel
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Insan Channel
No Result
View All Result
Home Lainnya

Dari Padang Rumput ke Ruang Kelas

Catatan Kecil Dari Orientasi Jurnalistik di Darussalam Pekat

admin@insanchannel.com by admin@insanchannel.com
23 November 2025
in Lainnya
0
Dari Padang Rumput ke Ruang Kelas

Ketua Yayasan Menyerahkan Hadiah kepada pemenang lomba.

Bagikan di WahtsAppBagikan di Facebook

DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Menyadari ada tantangan era komunikasi dan digitalisasi yang semakin terbuka seperti sekarang, Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darussalam Pekat menginisiasi pelakasanaan Orientasi Jurnalistik bagi para guru. Kegiatan ini disamping memberikan pengenalan tentang dunia jurnalistik juga memberikan pengetahuan dasar tentang tata cara menulis berita, feature dan hal-hal terkait dunia jurnalistik.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20 sd 21 Nopember 2025 ini merupakan kerjasama Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darussalam Pekat dengan insanchannel.com dibuka langsung Kepala Kantor Kemenag. Kab. Dompu H. Najamuddin, S.Pd, M.Pd di Aula Pondok Pesantren Darussalam.

Pembukaan kegiatan oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Dompu (kopiah hitam).

Kepala Kantor Kemenag. Kab. Dompu H. Najamuddin, S.Pd, M.Pd pada pembukaan kegiatan orientasi menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas inisiasi dari kegiatan ini. “Ini sebagai modal bagi guru dalam mengenal dunia jurnalistik lebih-lebih menghadapi tantangan dunia pendidikan saat ini,” ungkap H. Najamuddin, S.Pd, M.Pd di Aula Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Pekat baru-baru ini.

Sebagai salah satu output dari pelaksanaan kegiatan ini insanchannel.com akan merilis beberapa hasil karya dalam bentuk profile feature dan human interest feature yang ditulis oleh Linda Pratiwi dan Rumasih. Berikut tulisannya.

Penyampaian materi jurnalistik oleh Drs H Mokh Nasuhi, MSI (topi haji)

Dari Padang Rumput ke Ruang Kelas (bag. I)

Di balik wibawa seorang pemimpin sekolah, Sahmun menyimpan kisah kesederhanaan. Setiap pulang sekolah ia berjalan ke kandang kecil di belakang rumahnya untuk mengecek dan memberi makan beberapa ekor sapinya.

Menjadi kepala sekolah tidak membuatnya jauh dari tanah dan lumpur. Baginya, menggembala adalah pengingat tentang asal-usul, tentang rezeki yang harus diusahakan, dan tentang rezeki yang harus disyukuri. “Mengurus sapi membuat saya tetap sadar bahwa saya juga manusia biasa,” ucapnya kepada saya dan suami dengan senyum sederhana.

Di sekolah, Sahmun dikenal sebagai pemimpin yang baik, bukan hanya karena kepala sekolah, tapi juga bapak bagi para guru. Ia mendengar keluhan para guru, dan ketika suatu program sekolah tidak berjalan sesuai rencana, ia menanggungnya bersama-sama, bukan menyalahkan. Ketika ada kritik, ia memilih mendengar dengan hati lapang.

Hingga hari ini, Pak Sahmun masih membagi waktunya antara padang rumput, ruang kepala sekolah dan ruang kelas. Dua dunia yang tampak Beda. Namun melebur dalam satu nilai: yaitu pengabdian. Ia menunjukkan bahwa pemimpin tidak selalu harus berdasi, dan menjadi teladan tidak harus memiliki kemewahan. (Linda Pratiwi)

Foto bersama usai kegiatan orientasi jurnalistik di Pekat.

Adab Mengangkat Derajat: Kisah Santriwati Yang Mengalahkan Keterbatasannya (bag.II)

Di sebuah sudut pesantren yang tenang, ada seorang santriwati yang bernama Baiq Nana Elya Zura yang tak pernah di anggap paling pintar, ia selalu belajar lebih lama dari teman-temannya, seringkali mengulang pelajaran berkali-kali, dan tak jarang meneteskan airmata karena sulit memahami materi. Namun ada satu hal yang membuatnya berbeda: Adabnya yang tinggi dan ta’zim yang dalam kepada guru-gurunya.

Ayahnya, Ahmad adalah seorang petani yang setiap hari harus pergi ke sawah. Ibunya bernama Pi’an yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. “Saya tidak pintar, kemampuanku dalam memahami materi sangatlah lambat. Tapi saya tidak pernah berhenti berjuang, mungkin itu saja yang saya punya,” katanya.

Hari demi hari, kesulitan belajar itu tidak menyurutkan langkahnya. Ia selalu menyimak dengan penuh hormat, menundukkan kepala ketika berjalan di hadapan gurunya, dan menjaga setiap nasihat seolah itu adalah cahaya dalam hidupnya.

Ia percaya bahwa keberkahan ilmu datang dari hormat kepada orang-orang yang mengajarkan ilmu itu. Dan perlahan, jalan yang tak pernah ia bayangkan mulai terbuka. Di tengah rasa minder dan keraguan diri, ia terus belajar. Ia sering menulis hafalan ulang di kertas kecil yang kemudian ditempelkan di pintu lemarinya. Namun, saat ia tidak mengerti pelajaran ia datang dengan malu-malu meminta penjelasan ulang tanpa lelah. Para ustadz/ustadzah  pun menyayanginya bukan karena pintar, tetapi karena kerendahan hatinya dan menjaga adab.

Dengan kegigihannya dan bimbingan guru-guru serta doa yang tak pernah putus, santriwati sederhana itu kini mendapatkan kesempatan belajar di Universitas Al-Azhar Mesir, tempat impian ribuan pelajar dari berbagai penjuru. Kini di bawah langit Kairo, ia belajar dengan rasa syukur yang dalam, dan akhirnya berdiri di sebuah panggung dunia ilmu yang luar biasa. Ia membawa nama pesantren, keluarga, dan mimpinya sendiri. (Linda Pratiwi)

 

Dari Anak Petani yang Sederhana (bag. III)

Di sebuah lembaga Pendidikan yang bernama : Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Kadindi adalah lembaga Pendidikan pertama yang ada di Desa Kadindi. Lembaga tersebut di pimpin oleh salah seorang yang arif dan bijaksana dari kalangan anak petani kelas bawah, yang kesehariannya dihabiskan di madrasah, bertani sambil ngembala sapi.

Sahmum, S. Pd.I namanya, yang dilahirkan 1 juli 1968, nama ini sudah tidak asing lagi di sebagian masyarakat Desa Kadindi. Ia mendapatkan banyak pujian karena kesuksesannya memimpin madrasah tersebut. Kini ia dipercaya sebagai Ketua Yayasan sekaligus Kepala MTs (Madrasah Tsanawiyah-Red) Darussalam Kadindi.

Kegigihan dan ketegasannya menjadikan madrasah yang dipimpinnya berdiri dan berkembang maju saat ini. Di usia yang sudah lanjut ini, ia memberi cermin tentang semangat yang tinggi dalam mengabdi di madrasah, meski ia harus ngembala sapi dan bertani usai pulang dari madrasah.

Ia memimpin dengan selalu berusaha memberikan yang terbaik, terlihat dari semangat dan tekad yang kuat dan berani menjadi contoh bagi para guru baik bapak maupun ibu guru di madrasah teesebut. (Rumasih)

Latif,  Menjadi Tulang Punggung Ibunya (bag. IV)

Latif adalah anak yatim dari 5 bersaudara, ia adalah anak bungsu dan rajin sekolah memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Ia memang kelihatan berbeda dari siswa-siswi yang lainnya. Dari kesederhanaan saat ia menggunakan seragam sekolah yang kusut yang nyaris tanpa disetrika bahkan agak sedikit sobek di bagian celananya.

RelatedPosts

Hari Ini FPKT Kabupaten Dompu Akan Pilih Ketua Baru

Bupati Dompu Tandatangani Komitmen Bersama untuk Peningkatan Kewaspadaan Dini

PT STM Raih Dua Penghargaan Komunikasi IABC Indonesia

Sesekali ia tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Ketika Kepala madrasah menanyakan keberadaan Latif; “Kenapa Latif sering tidak masuk sekolah”. Rekan sekelasnya hanya terdiam, tidak mampu memberi jawaban tentang keberadaannya Latif.

Keesokan harinya ia masuk dan ditanya kepala sekolah, kenapa akhir-akhir ini sering tidak masuk sekolah? Latif menjawab saya kerja pak, tebang tebu untuk membantu kebutuhan ibunya. Guru-gurupun baru sadar, ternyata Latif sudah menjadi kuli padahal ia masih menjadi salah seoarang siswa di madrasah ini tepatnya di kelas sebelas.

Latif adalah siswa yang pekerja keras dan tidak pernah gengsi dalam apapun apalagi masalah pekerjaan yang ia bisa kerjakan. Terkadang ia terlihat minder dari teman-temanya yang lain namun guru berusaha memotivasi dan memberi semangat untuk belajar.

Dibalik senyumnya yang lembut tersimpan banyak beban yang ia harus tanggung sendiri. Namun Latif yang ditinggal mati oleh sang ayah setahun lalu ini tetap berjuang antara belajar dan mengabdi untuk sang bunda tercinta. Dua pilihan yang harus ia jalani meski beban itu terlalu berat. Ia pandang masa depan terbersit secrcah harapan bahwa pengabdian pada adalah bagian yang tak boleh dilepas meski sebagai seorang pelajar. (Rumasih) (01/ic)

Tags: Kementrian Agama Kabupaten Dompu.Orientasi Jurnalistik bagi GuruPonpes Darussalam Pekat
Previous Post

Dompu Targetkan Juara Umum Porprov 2026, Bupati Optimis Bisa Diraih dengan Kesungguhan

Next Post

Dahlan Iskan dan Hendry Ch Bangun Perkuat Struktur Pengurus Pusat JMSI 2025–2030

admin@insanchannel.com

admin@insanchannel.com

Related Posts

Hari Ini FPKT Kabupaten Dompu Akan Pilih Ketua Baru
Lainnya

Hari Ini FPKT Kabupaten Dompu Akan Pilih Ketua Baru

4 November 2025
Bupati Dompu Tandatangani Komitmen Bersama untuk Peningkatan Kewaspadaan Dini
Lainnya

Bupati Dompu Tandatangani Komitmen Bersama untuk Peningkatan Kewaspadaan Dini

20 Oktober 2025
PT STM Raih Dua Penghargaan Komunikasi IABC Indonesia
Ekonomi

PT STM Raih Dua Penghargaan Komunikasi IABC Indonesia

18 Desember 2024
Dompu Tercatat sebagai Daerah dengan Produktifitas Jagung Tertinggi di NTB
Lainnya

Dompu Tercatat sebagai Daerah dengan Produktifitas Jagung Tertinggi di NTB

17 November 2023
Struktur Perubahan APBD Provinsi NTB TA 2023 Menurut Urusannya (5)
Lainnya

Struktur Perubahan APBD Provinsi NTB TA 2023 Menurut Urusannya (5)

7 November 2023
Struktur Perubahan APBD Provinsi NTB TA 2023 Menurut Urusannya (4)
Lainnya

Struktur Perubahan APBD Provinsi NTB TA 2023 Menurut Urusannya (4)

6 November 2023
Next Post
Dahlan Iskan dan Hendry Ch Bangun Perkuat Struktur Pengurus Pusat JMSI 2025–2030

Dahlan Iskan dan Hendry Ch Bangun Perkuat Struktur Pengurus Pusat JMSI 2025–2030

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Perkuat Komitmen Penerapan K3, PT STM Peringati Bulan K3 Nasional di Proyek Hu’u

Perkuat Komitmen Penerapan K3, PT STM Peringati Bulan K3 Nasional di Proyek Hu’u

13 Januari 2026
Pastikan Kesiapan PON 2028, Gubernur Iqbal dan Gubernur NTT Sempatkan Temui Presiden di Kalsel 

Pastikan Kesiapan PON 2028, Gubernur Iqbal dan Gubernur NTT Sempatkan Temui Presiden di Kalsel 

12 Januari 2026
Walikota Mohan Berpeluang Raih Anugerah Kebudayaan PWI Tahun 2026

Walikota Mohan Berpeluang Raih Anugerah Kebudayaan PWI Tahun 2026

9 Januari 2026
Usung Gerbang Sangkareang, Wali Kota Siap Harumkan NTB di Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Usung Gerbang Sangkareang, Wali Kota Siap Harumkan NTB di Anugerah Kebudayaan PWI 2026

5 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami

© 2021 - insanchannel.com - Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya