DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Pajo Kabupaten Dompu yang berada di jalan lintas Lakey Dompu kini terancam ambruk akibat tergerus longsor arus sungai yang melintas di sisi timur sekolah. Akibatnya, beberapa ruang kelas yang berdekatan dengan bibir sungai harus dikosongkan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari anak-anak yang belajar.

“Siswa yang belajar di ruang kelas ini terpaksa harus kami pindahkan ke ruang kelas lain untuk menghindari jatuhnya korban jika gedung ini ambruk,” ungkap Drs. Adiansyah, salah seorang guru SMAN I Pajo saat dihubungi wartawan insanchannel.com, Selasa (13/12/2022) di halaman SMAN I Pajo Dompu.
Guru senior yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia yang juga Kepala Perpustakaan SMAN I Pojo ini lebih lanjut mengakui, kendati kewenangan SMA itu adalah kewenangan propinsi namun yang sekolah adalah anak-anak Dompu dan perlu kepedulian semua pihak. “Pihak sekolah hanya berinisiasi karena merasa terancam longsor,” paparnya yang didampingi, Dewi Sartika, S.Ag, Waka Humas SMAN I Pajo dan Dra. Kartikasari, Wakasek Sarpras SMA Negeri I Pajo.
Adiansyah yang didampingi dua srikandi dari SMA Negeri I Pajo ini menyebutkan, jarak aliran sungai dengan SMAN 1 Pajo sebelumnya lebih dari 20 meter. “Sekitar tahun 2015 tahapan longsor mulai terjadi,” jujurnya seraya menambahkan, empat tahun terakhir terjadi perubahan yang sangat signifikan hingga meruntuhkan bangunan pendukung sekolah berupa; 4 WC siswa, 1 unit rumah penjaga, dan 1 unit kantin siswa.

Dari hasil pantauan insanchannel.com tampak sisi timur gedung SMA Negeri I Pajo yang berdekatan dengan bibir sungai sudah semakin dekat terutama deretan ruang kelas yang berada di sebelah utara dan ruang tata usaha berikut ruang kepala sekolah yang berada di sebelah selatan tinggal satu meter akan tergerus air. “Saya takut masuk WC ruang tata usaha karena khawatir ambruknya gedung ini,” tutur Dewi Sartika, S.Ag, Waka Humas yang juga guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri Pajo ini seraya mengkhawatirkan, jika hujan pada bulan Desember tahun ini terus-menerus terjadi, maka korban selanjutnya adalah bangunan utama SMAN 1 Pajo.
Wakasek Sarpras SMAN 1 Pajo, Dra. Kartikasari mengakui, saat ini kepala SMAN I Pajo, Adiansyah, S.Pd sedang tugas keluar daerah. “Kepala sekolah saat ini sedang dinas luar,” ujarnya. Untuk itu mereka sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerhati lingkungan dan pemerhati pendidikan terutama pemerintah baik itu pemerintah kabupaten, provinsi atau pusat. Bahkan Kartikasari sendiri mengakui, sudah masukkan ke facebook tentang keprihatinannya tentang kondisi gedung sekolahnya. “Kemanakah kita harus mengadu?,” ungkapnya.
Baik Drs. Adiansyah, Dewi Sartika maupun Kartikasari sama-sama mengungkapkan keprihatinan tentang kondisi sekolahnya. “Kami hanya bisa menyampaikan informasi, di sanalah yang mempertimbangkan,” ujar mereka seraya mengharapkan agar hal ini dimaklumi bahwa anak yang mereka didik, bina dan ajar adalah anak-anak Dompu, anak-anak NTB dan anak Indonesia. (nas)










