“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri,”
(QS.Ar Ra’du, 11)
DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Siapapun tidak memiliki kekuatan untuk kembali dan mengubah masa lalu, tetapi setiap orang memiliki kekuatan untuk memulai dari sekarang untuk mengubah masa depan. Bagi orang sukses, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Karena kegagalan itu adalah suatu proses wajar yang akan dialami oleh seseorang untuk tahu apakah dia sudah mencapai hal terbaik atau tidak.

Demikian juga yang dialami oleh Andi Bachtiar, AMd, Par, Dompu saat menanamkan keinginan untuk membangun sebuah lembaga pendidikan yang bernuansa Islam di tanah kelahirannya. “Saya berfikir bahwa untuk membangun madrasah ini butuh sebuah kekuatan dalam banyak aspek,” ujar .Andi Bactiar, AMd, Par, Ketua DPRD Dompu pada peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nur Rahman Kempo, Jum’at (3/12) lalu di Kempo.
Andi Bachtiar mengisahkan perjalanan panjangnya untuk membangun madrasah pada belasan tahun silam mengaku, sempat mau meminjam MI Baiturrahim Kempo sebagai tempat untuk menampung siswa MTs Ibnu Abbas. Karena di kecamatan Kempo dengan segala keragamannya adalah satu-satunya kecamatan induk yang tidak memiliki pondok pesantren. “Itu yang memotivasi saya untuk membangun madrasah ini,” jujur Andi Bachtiar pada acara yang dihadiri Kakan.Kemenag. Dompu, Drs. H. Syahrir, M.Si, beberapa anggota DPRD Dompu, tokoh masyarakat ini.
Di tengah hiruk pikuknya politik saat katanya melanjutkan, ia mendapat tantangan yang luar biasa karena keberadaannya sebagai politisi. “Saya tidak mengatakan ada orang yang berupaya untuk menghalangi saya membangun madrasah tapi saya menyakini bahwa Allah belum mengijinkan saya untuk membangun madrasah,” paparnya seraya meyakini pada saatnya nanti jika Allah mengijinkannya untuk menjadi anggota DPRD satu hal yang harus dilakukan adalah membangun madrasah.

Seiring dengan berjalannnya waktu, karena belum punya pengalaman menjadi anggota DPRD banyak ekspektasi yang sejatinya berlebihan seolah-olah anggota DPRD itu bisa semua hebat dan memiliki fasilitas yang luar biasa. Ternyata setelah masuk lembaga legislatif, ia tidak mengeluh tetapi ia dan teman lain juga merasakan bahwa itu tidak seindah yang dibayangkan menjadi anggoa DPRD. “Sehingga selama lima tahun itu memendam keinginan untuk memenuhi harapan saya untuk membangun madrasah ini,” paparnya..
Lalu ia berdoa. Di setiap doa yang dipanjatkan semoga almarhum yang punya tanah terbuka hantinya untuk menjual tanah yang luas 64 are dibelakang rumah kediamannya. “Alhamdulillah dengan sendirinya pemilik tanah datang membawa sertifikat menyampaikan ke saya bahwa dia ingin menjual tanahnya,” kisahnya. Kedua, saat sholat ashar di bulan Ramadhan lagi ia berdoa lagi untuk tanah disampingnya seluas 45 are. Keesokan hari, pemilik tanah datang membawa sertifikat hanya meminta uang 3 juta rupiah aja dulu dan tidak mempersoalkan berapa harganya. Dan terakhir lahan seluas 30-an are, pemiliknya datang dengan membawa sertifikat dan menyatakan menjual tanahnya.
“Saya berfikir bahwa ini adalah petunjuk Allah atas doa saya selama ini,” paparnya seraya mengungkapkan, dirinya tidak punya alasan untuk menunda-nunda pembangunan madrasah ini. Andi Bachtiar berfikir, kalau harus memegang uang banyak dulu baru membangun sekolah. “Saya takut keburu dijemput ajal,” jujur politisi Partai Nasdem ini.
Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya ia mengambil hari jumat yang bertepatan dengan hari kelahiran pendamping setianya, Ipa Nur Rahman. “Semoga sekolah atau madrasah ini menjadi salah satu pintu agar kita semua mendapatkan rahmat kemudian akan menjadi amal jariah kita bersama,” ungkapnya.
MI Nur Rahman yang berarti cahaya kasih sayang dengan harapan semoga dengan terbangunnya madrasah ini akan terus terjalin kasih sayang diantara sesama dalam rangka mendiik anak-anak kira agar anak menjadi anak yang mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang. Karena fitnah dunia itu akan dihadapi oleh generasi-generasi yang datang. “Semoga dengan pendidikan agama ini kita mampu mencetak generasi yang cerdas islami yang mampu menjawab tantangan itu,” paparnya. (bersambung…!)











