DOMPU. INSANCHANNEL.COM – Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar kegiatan Bimbingan pranikah usia remaja, usia sekolah tingkat kabupaten Dompu angkatan pertama tahun 2022. Sekitar 72 siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Woja ambil bagian sebagai peserta dalam kegiatan itu.
“Kegiatan ini positif dalam rangka memberikan pembinaan bagi generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,” ujar Drs. H. Syahrir, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu pada acara pembukaan Bimbingan pra nikah usia remaja. Usia sekolah TK Kab. Dompu di gedung SMA Negeri I Dompu, Rabu (11/5/2022).

Untuk itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu, Drs. H. Syahrir, M.Si memberikan apresiasi yang cukup tinggi atas digelarnya kegiatan yang bernuansa positif ini dan melibatkan para remaja dan siswa ini. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kebersamaan kita dan dukungan dari Kepala SMA N I Woja yang mendukung kegiatan ini,” tandasnya.
Lebih lanjut H. Syahrir mengungkapkan, generasi muda usia remaja dan usia sekolah adalah generasi yang memiliki power yang kuat. Maka kegiatan bimbingan pranikah ini adalah dalam rangka memberikan pengetahuan dan wawasan tentang bahaya pernikahan dini bagi mereka. “Ini penting untu memberikan pengetahuan dan wawasan bagi generasi ini tentang bahaya pernikahan dini,” ujarnya.
Pada acara yang dihadiri juga Kepala SMA Negeri I Woja, Eva Patrini, S.Pd, M.Pd, Kasi Bimas Islam Kemenag. Dompu, Drs. H. Muh. Iksan, MM dan narasumber kegiatan lebih lanjut Syahrir menjelaskan, eksistensi anak-anak usia remaja dan sekolah adalah sangat pentiing sebagai generasi pelanjut yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Dan ia juga menyebutkan tentang tingkat perkawinan di kab. Dompu tinggi. “Tapi keinginan bercerei juga sangat tinggi,” sentilnya.
Apa yang menyebabkan tingginya perceraian kab. Dompu tambahnya, faktornya rata-rata karena tidak punya pengetahuan tentang pernikahan. “Lihat teman nikah mau nikah,” ujarnya seraya menandaskan, perlunya direnungkan bersama agar realita ini dapat dicarikan solusinya. Maka salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pemahaman pengetahuan dan wawasan bagi generasi muda ini tentang bahaya pernikahan dini.

Momentum kegiatan ini katanya di depan beberapa narasumber antara lain dari unsur MUI, Dikes yang diwakili Bidan Yeyen dan Mahsin dari Resort Dompu, sangat tepat untuk dikupas melalui pendekatan agama dan pendekatan kesehatan. “Saya yakin anak-anak akan berkosentrasi untuk terus belajar,” paparnya sembari menambahkan, pentingnya memberikan edukasi bagi anak usia remaja dan usia sekolah tentang faktor-faktor dan dampak dari pernikahan dini ini.
Sementara itu Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag. Dompu. Drs. H. Muh. Iksan, MM pada kesempatan yang sama mengatakan. Kegiatan bimbingan pra nikah ini merupakan program Kemenag. Dompu seksi Bimas. Bimbingan usia remaja dan sekolah ini yang tujuannya untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi sekolah menengah atas agar tidak terburu-buru untuk menikah. “Juga untuk mengantisipasi sehingga tidak timbul juga pergaulan bebas diantara remaja,” paparnya.
Kepala SMA Negeri I Woja, Eva Patriani, S. Pd, M.Pd menyampaikan terima kasih atas digelarnya kegiatan bimbingan pranikah ini dimulai dari sekolah yang dipimpinnya. “Kita berbangga diri karena kegiatan ini dimulai di sekolah kita,” jujur istri Wawan Anggarana, M.Si, politisi Dompu ini seraya meminta peserta bimbingan untuk memperhatikan dengan baik materi yang disampaikan dalam kegiatan ini. (nas)











