DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kempo bahkan Dompu secara umum yang terjadi pada Sabtu sore (18/12) mengakibatkan derasnya banjir di sebagian wilayah ini. Dua desa di kecamatan Kempo masing-masing desa Ta’a dan desa Soro terkena dampak yang cukup parah dan menyisakan kisah pilu nan cukup mendalam bagi warga terdampak banjir.

“Selama ini rumah saya belum pernah dimasuki banjir,” jujur Ilyas, warga desa Soro Barat kepada Insanchannel.com, Ahad (19/12) sembari membersihkan sisa-sisa harta bendanya yang terendam banjir di kediamannya di desa Soro Barat kecamatan Kempo.
Banjir yang menghantam wilayah Soro Barat ini tambahnya, merupakan banjir kedua di bulan Desember 2021. Banjir kali ini tergolong cukup besar dan membuat warga panik karena harta bendanya banyak terendam. Bahan makanan seperti beras dan lain-lain terpaksa dijemur karena terendam banjir. “Moga masih baik,” dia berharap. Meski demikian dia rupanya masih harus ikut prihatin dengan kondisi rumah tetangganya yang terendam banjir. “Rumah itu tak layak lagi dihuni akibat kena banjir,” jujurnya.
Kisah pilu juga terjadi pada warga di dusun Permata Hijau desa Taa Kempo. “Belum selesai saya menyiapkan pasir untuk menahan air yang akan masuk tiba-tiba pagar samping rumah ambruk,” cerita Mansyur Arahman, S.Pd, secara terpisah kepada Insanchannel.com.
Laki-laki yang masih aktif sebagai pengawas TK/SD di wilayah kecamatan Kempo ini lebih lanjut menceritakan, ketika pagar rumahnya ambruk akibat hantaman banjir pada sore itu ia hanya mampu pasrah. “Mau bilang apa ini musibah,” tuturnya pasrah.
Dalam kondisi itu dia masih harus berpikir keras untuk menyelamatkan beberapa bungkus pupuk tanaman yang tersimpan di bagian selatan rumahnya untuk dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
Dampak banjir Kempo itu juga mengakibatkan beberapa fasilitas umum termasuk belasan meter pagar masjid Ruhama’u Bainahum, Permata Hijau ambruk. Demikian juga dengan pagar Kantor UPTD Dikpora Kecamatan Kempo ikut ambruk. Hingga berita ini datayanngkan, lumpur-lumpur di dalam kantor belum dibersihkan. “Saya belum sempat lihat di dalam kantor bagaimana kondisinya,” akui Drs. Ismail, Kepala UPTD Dikpora Kempo saat memantau warga yang terkena dampak.
Kepala desa Taa, Sanusi mengungkapkan, banjir yang menghantam wilayahnya tidak terlepas dari ulah-ulah oknum masyarakat yang telah membabat hutan tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkannya. Untuk itu ia mengajak masyarakatnya untuk bersabar dan menanam kembali dan memelihara pohon-pohon sebagai penyangga kehidupan anak cucu ke depan. “Musibah ini terjadi karena memang ulah kita sendiri. Maka saya hanya bisa mengajak bersabar menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Camat Kempo, Sarifuddin, S.Sos mengungkapkan keprihatinannya melihat kondisi warga akibat bencana banjir yang melanda di dua desa di wilayah kecamatan Kempo ini. Dia mengaku baru sempat menengok warga desa Soro yang terdampak banjir ini. “Karena rumah saya juga terdampak banjir,” jujur Sekcam yang berdomisili di desa Taa Kempo ini seraya mengatakan, kebutuhan mendesak yang diharapkan warga adalah terpenuhinya kebutuhan akan makanan. (nas)
*Bagaimana komentar Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, Amd.Par, tunggu berita selanjutnya…!











