DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Pekan olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2023 dipastikan akan dilaksanakan pada 18 – 26 Februari 2023 mendatang. Kesiapan fisik dan mental atlit di masing – masing cabang olahraga (Cabor) terus dipersiapkan. Untuk mengukur kemampuan atlit, uji coba melalui pertandingan persahabatan juga didorong agar para atlit bisa mengevaluasi diri.

Hal itu disampaikan ketua Harian KONI Kabupaten Dompu, Drs H Arifuddin HAG saat meninjau latihan atlit cabor Voli di lapangan Voli Koramil Kota Dompu, Rabu (30/11/2022) kemarin. “Sebagai atlit, tidak boleh bermental cengeng, mudah mengeluh. Untuk mengukur kesiapan atlit, bila perlu lakukan pertandingan persahabatan dengan daerah tetangga, biar tidak hanya jago di daerah sendiri,” tegas H Arifuddin yang juga pelatih dan wasit nasional untuk cabor Kempo ini.
Wakil Ketua Binpres KONI Dompu, Iwan Ermansyah, M.Pd pada kesempatan yang sama mengatakan, tidak semua cabor dan nomor yang dipertandingkan, dikirim mengikuti Porprov 2023 mendatang. Atlit dan cabor yang dikirim adalah mereka yang siap tanding serta berpeluang menyumbang mendali bagi daerah. Karena pembiayaan Porprov ditanggung bersama pemerintah daerah (Pemda) dan Provinsi. “Kalau yang siap 10 orang (atlit voli per tim), hanya sepuluh aja yang kita kirim. Kita tidak ingin mengirim orang sakit ke Porprov, tapi kita kirim atlit yang siap tanding,” katanya.

Iwan pun mengatakan, hasil evaluasi dan pemantauan pihaknya terhadap Cabor Voli sejauh ini memiliki kesiapan untuk tanding dan bahkan akan bisa menyumbangkan mendali bagi daerah. “Sejauh ini, kita lihat voli khususnya tim putra bisa sampai final,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan, pemerintah daerah (Pemda) Dompu melalui KONI menyiapkan bonus yang cukup bagi atlit meraih mendali pada Porprov 2023 mendatang. Untuk mendali emas disiapkan bonus hingga Rp.15 juta. “Jadi jangan main – main dalam mempersiapkan diri. Tapi harus fokus dan serius,” ingatnya.
Pengurus KONI Dompu lainnya juga mengingatkan pengurus dan pelatih Voli terkait data atlit. Data ini mulai diisi dari sekarang dan memperhatikan persyaratan atlit yang utamanya berusia maksimal kelahiran 2000. Data atlit ini penting agar persiapan atlit tidak terganggu karena berubahnya formasi tim akibat adanya atlit yang tidak memenuhi syarat. (vin)











