DOMPU, INSANCHANNEL.COM – “There will be haters, there will be doubters, there will be non-believers, and then there will be you proving them wrong” (Akan ada yang membenci, akan ada yang ragu, akan ada yang tidak percaya, dan kemudian Anda akan membuktikan bahwa mereka salah).
Kalimat diatas adalah prinsip hidup dari gadis yang terlahir di Kota Tangerang pada 13 Agustus 1998 bernama, Muslimah, S.Pd, dari pasangan Usman, S.Pdi dan Ibu Marwah asal desa Daha Kec. Huu Kab. Dompu ini. Usia yang masih tergolong muda, namun berprestasi di tingkat nasional sebagai Penyusun Soal Nasional tingkat SD/MI dan telah menggusur sekitar tujuh ribu lebih peserta dan hanya diterima 180 orang ini.

“Karena berusaha dengan gigih dan tidak pantang menyerah, jika gagal bangkit lagi,” ujar Muslimah, S.Pd, Penulis Instrumen Soal Assesmen Kompetisi Madrasah Indonesia Literasi Sains Tingkat MI guru MI Miftahul Jannah Daha Kab. Dompu menjawab kepada insanchannel.com, Senin (22/8/2022) di Dompu.
Kendati sehari-hari gadis yang acapkali disapa Imah ini berasal sekolah swasta ini, namun mutiara tetaplah mutiara yang memiliki talenta yang baru beberapa hari belakangan ini mengikuti Rekrutmen Penulisan Soal Assessment Kompetisi Madrasah Indonesia di Jogjakarta.
Dengan talenta diri yang dimiliki gadis cantik lagi jago sebagai Master of Ceremony (MC) ini mampu meraih mimpinya yakni; ‘Berani bermimpi besar, it will change everything’. Maka dalam perjalanan karir dan mencari jati diri katanya, dimulai saat lulus kuliah. “Saya melamar dan memutuskan menjadi tutor di salah satu bimbel dan menjadi terapis anak berkebutuhan khusus atau penyandang autis,” jujur alumni UIN Mataram ini.
Bagi Imah, sapaan akrab Muslimah, S.Pd, menjadi guru bukan impiannya, tetapi ada satu momen dimana ia harus memutuskan untuk balik ke kampung halaman dan meninggalkan pekerjaan. “Saya memulai semua dari nol saat saya memutuskan melamar menjadi guru di salah satu sekolah yang merupakan sekolah terpilih sebagai Program Pengembangan Sekolah (SDP) oleh PT. Sumbawa Timur Mining.” Papar gadis yang juga ngajar di SMPN I Huu ini.

Program yang dikembangkan oleh PT. Sumbawa Timur Mining dan Kanaka Fondation jelasnya, merupakan program untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pengintegrasian workshop dan coaching mentoring. “Program ini mengajarkan saya banyak hal bagaimana meningkatkan semangat mengajar, meningkatkan produktivitas, meningkatkan fleksibilitas,” katanya.
Ternyata menjadi guru katanya, tidaklah mudah. Guru lanjutnya, merupakan komponen penting dan ujung tombak kemajuan pendidikan. Dan sebagai seorang pengajar, ia selalu berharap bahwa muridnya harus lebih baik darinya. “Saya harus bekerja keras untuk mengubah hidup saya, dan memutuskan untuk mengikuti seleksi sebagai Penulis Instrumen Soal Assesmen Kompetisi Madrasah Indonesia (AKMI). Saya harus berusaha lebih keras untuk mengalahkan 7000 lebih peserta dari seluruh Indonesia, dengan 5 tahapan tes yang saya harus lalui,” paparnya.
Setelah tahap demi tahap dilalui pada tahap terakhir, yaitu psikotes, jumlah peserta yang lolos mengerucut menjadi 180 peserta dengan 4 literasi yaitu literasi sains, numerasi, sosial budaya, dan membaca. “Dan akhirnya saya lulus dan mendapatkan bagian di aspek literasi sains,” ujarnya dengan mata berbinar-binar.
Sebagai Penulis Instrumen Soal Assesmen Kompetisi Madrasah Indonesia Literasi Sains Tingkat MI ia percaya bahwa tidak ada yang mudah, tidak ada yang gratis. “Jika Anda ingin sukses, Anda perlu membayar harganya; Berani Bermimpi Besar, It Will Change Everything,” tandasnya.
Atas prestasinya tersebut, Muslimah, S.Pd menerima piagam penghargaan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu. “Ini prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh guru madrasah yang notabene dari guru swasta tapi berprestasi nasional sebagai Penulis Soal AKMI,” akui Drs. H. Syahrir, M.Si, Kepala Kantor Kemenag. Dompu usai menyerahkan piagam penghargaan kepada Muslimah, S.Pd di halaman Kantor Kemenag. Dompu baru-baru ini di Dompu. (nas)










