DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, SST, MT mengajak umat Islam di daerah ini untuk banyak berkoreksi diri lebih-lebih di bulan Muharram sebagai salah satu bulan yang dilarang untuk berperang. Berperang tidak hanya melawan musuh tetapi juga tidak menyakiti, berselisih dan bersalahpaham dengan orang lain.

“Kita juga dilarang menzolimi diri sendiri maupun menzolimi orang lain,” ungkap H. Syahrul Parsan, ST, MT, Wakil Bupati Dompu pada acara peringatan Tahun Baru Hijriyah yang digelar di Masjid Agung Baiturrahman Dompu, Ahad malam (14/8/2022).
Juga di bulan Muharram ini lanjut Syahrul Parsan, dilarang untuk menyombongkan diri. Dan kesombongan muncul katanya, karena pangkat dan jabatan serta karena harta benda yang pada bulan Muharram ini Allah telah melarangnya termasuk di bulan-bulan lainnya. Termasuk larangan untuk melakukan maksiat. “Untuk itu, mari kita introspeksi diri kita apa yang dilakukan selama ini,” paparnya.
Pada acara yang dihadiri Sekda Dompu, Gatot Gunawan dan para pejabat di lingkup Pemkab. Dompu lebih lanjut H.Syahrul Parsan mengatakan, sebagai masyarakat maupun ASN yang ada di daerah ini perlu memahami peran masing-masing. “Sebagai ASN, apa yang pernah diperbat untuk bumi Nggahi Rawi Pahu ini?,” ujar Syahrul seraya menambahkan, jika sudah melakukan yang terbaik agar ditingkatkan namun kalau belum agar segera dilakukan dan tinggalkan apa yang dilarang.

Syahrul Parsan juga mengatakan, dirinya terbuka untuk disampaikan kritikan dan saran jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan tata aturan yang ada terutama dalam menjalankan amanah ini. “Kritikan dan saan dari Bapak/Ibu, sangat saya harapkan dan akan menrrima dengan rasa syukur karena itu untuk memperbaiki diri saya dan keluarga,” jujurnya pada acara yang di hadiri qar internasional, Dr. TGH. Sabaruddin, M.Pdi asal Loteng.
Syahrul juga mengakui, kekurangan yang dimiliki oleh seseorang tidak diketahui oleh yang bersangkutan dan orab lain yang tahun kekurangan dan kelebihannya. “Kritikan itu boleh langsung ke saya dan saya tidaj akan marah justeru saya berterima kasih,” tuturnya. Untuk itu perlunya koreksi diri, apakah sudah berbuat yang terbaik untuk diri, keluarga atau untuk masyarakat yang ada. (nas)











