DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 M mendatang akan ditentukan oleh kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan umrah yang dibuka mulai Desember 2021 ini. Jika pelaksanaan umrahnya lancar, tidak ada masalah dan tidak ada yang memalsukan PCR. Maka trash dari pemerintah Arab Saudi akan muncul.
“Tapi kalau kita pelaksanaan (umrah-red) ini tercoreng , ternyata ada jamaah yang tidak punya PCR (Polymerase Chain Reaction-red) tapi mengaku-ngaku punya PCR dengan membuat PCR bodong. Akhirnya arab Saudi tidak memiliki kepercayaan kepada Indonesia,” tandas H. Arsad Hidayat, LC, MA, Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji Direktorat Bina Haji Ditjen PHU Kemenag. RI menjawab pertanyaan insanchannel.com pada zoommeting Penyusunan Rancangan Buku Panduan Manasik Haji dalam bahasa local, Selasa malam (14/12) di Same Hotel Mataram.
Untuk itu ia berharap mudah-mudahan umrah yang sudah dibuka ini berjalan lancar. Jika umrah lancar dan penanganannya bagus dan tidak ada masalah dan kendala insya Allah haji aman. “Tapi saya tidak bisa memberikan jawaban, tapi bergantung pelaksanaan ibadah umrah,” katanya lagi pada acara yang dihadiri Kabid. PHU Kanwil Kemenag. NTB, Hj. Eka Muftati’ah, SH, MH, Kakan. Kemenag. Kab. Se-NTB, utusan MUI se-NTB, KBIHU, Kasi PHU Kemenag se- NTB dan beberapa unsur bidang PHU Kanwil Kemenag. NTB ini.

Sementara itu Kabid. PHU Kanwil Kemenag. NTB, Hj. Eka Muftati’ah, SH, MH pada Penutupan Kegiatan Penyusunan Rancangan Buku Panduan Manasik Haji Tahun 2022 Dalam Tiga Bahasa Lokal menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas antusiasme peserta dalam kegiatan ini yang semula ada peserta yang tidak merespon dari judul kegiatan ini. “Namun begitu ada materi dari beberapa pakar, Alhamdulillah sepakat dengan kegiatan ini dan menyetujui serta menindaklanjuti agenda kegiatannya,” paparnya.
Dan kegiatan ini juga lanjut Ika, sangat disuport oleh Kakanwil dan Kasubdit Bina Haji dan peserta sendiri. “Dan kegiatan ini akan ditindaklanjuti,” ujarnya seraya menambahkan, jika anggaran untuk tahun 2022 mendatang tersedia anggaran maka akan dilaksanakan dengan membentuk tim dari Kanwil, Kemenag. Kabupaten/kota se-NTB.
Dan masukan-masukan dari kelompok-kelompok yang dibentuk dalam kegiatan ini sudah ditampung baik dari kelompok Sasak, Samawa maupun Kelompok Mbojo yang telah menelorkan berbagai hasil kerja termasuk rekomendasinya. “Nanti kita akan membuat surat dari kepala kantor untuk menyusun, bagaimana dan siapa yang mumpuni dan terpercaya,” ujar satu-satunya perempuan yang menempati eselon III di Kanwil Kemenag. NTB ini. (nas)











