DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Untuk meningkatkan kualitas qari dan qariah termasuk mengasah kemampuan dalam menghadapi event propinsi, nasional maupun internasional, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu memberikan pembinaan dan pembekalan kepada 25 orang qari-qariah setempat.
“Tujuan pembinaan dan pembekalan ini adalah untuk meningkatkan kualitas qari-qariah daerah ini menghadapi event-event yang lebih tinggi,” tandas Drs. H. Muh. Iksan, MM, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag. Kab. Dompu pada acara Pembinaan dan Pembekalan Qari-qariah Kab. Dompu, Kamis (17/2) di Café F’Four Dompu.

Pembinaan dan pembekalan lanjut H. Muh.Iksan ini, disamping meningkatkan kualitas dan mengasah kemampuan juga untuk memberikan semangat dan motivasi untuk para qari-qariah yang akan berlaga di tingkat yang lebih tinggi dengan terus belajar dan berlatih menghadapi event-event berikutnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu yang diwakili Kasubag. TU Kantor Kemenag. Dompu, H. Burhanuddin, S.Ag pada acara Pembukaan Pembinaan dan Pembekalan bagi qari-qariah ini mengaku, bangga dan senang berada di tengah-tengah ahli Al-Qur’an yang merupakan ahli Allah di muka bumi ini. “Moga ini menjadi asbab kita menuju ke surganya Allah,” ujarnya.
Burhanuddin menandaskan, menyandang gelar qari-qariah dan gelar ahlullah bukan perkara ringan, karena di setiap sisi kehidupan kita itu harus diwarnai oleh Al-Qur’an sebagaimana ketika para sahabat bertanya kepada Aisyah, istri Rasulullah tentang akhlaknya Rasulullah yang dijawab oleh Aisyah bahwa akhlaknya Rasulullah itu adalah Al-Qur’an. “Bahkan ada sahabat berkata bahwa Rasulullah itu adalah Al-Qur’an yang berjalan,” kata Kasubag. TU ini.
Oleh karena itu paparnya, ketika gelar ahlullah itu disandang maka ketika bersama masyarakat agar menjaga Al-Qur’an dengan berperilaku dalam kehidupan keseharian itu sesuai dengan Al-Qur’an. “Mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang berakhlak Al-Qur’an untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Untuk itu ia mengajak agar stigma negatif yang hanya di mulut dihindari. “Jangan sampai ada stigma negatif yang banyak kita dengar selentingan bahwa Al-Qur’an yang kita baca hanya di mulut saja tidak sampai di hati,” ingat mantan Kasi PHU Kemenag. Dompu ini.
Pada acara yang dihadiri Ketua IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafizd-Hafizdah) Kab. Dompu Dompu, H. Usman Hamid, SE, H.L. Sarifuddin, SQ, salah seorang anggota dewan hakam MTQ, H. Rifaid M.Saleh, S.sos, Kasubag. Agama Bag. Kesra Setda Dompu yang juga sebagai narasumber pada kegiatan ini lebih lanjut H. Burhanuddin mengakui, para qari qariah saat membaca Al-Qur’an tidak sedikit jamaaah atau orang lain yang menitikkan air mata mendengar lantunann ayat-ayat Al-Qura’an yang keluar dari lisannya. “Akan tetapi sekali lagi mampukah Al-Qu’ran itu juga menitikkan air mata sendiri,” sindirnya dengan nada tanya seraya berharap, mudah-mudahan Qur’an itu membekas dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dengan adanya pembinaan dan pembekalan ini apalagi oleh Kemenag. yang mungkin hanya satu kali dalam setahun dan tidak cukup untuk membina dan membimbing para qori dan qariah. Untuk itu diperlukan sinergitas dari pemerintah daerah dan LPTQ sendiri. “Mudah-mudahan pembinan-pembinaan yang kita lakukan secara bersama dan bersinergitas ini akan mengubah tatanan kehidupan masyarakat kita untuk lebih baik lagi,” harapnya.
Dengan pembinaan seperti ini tambah Burhanuddin di depan 25 qari-qariah Dompu, visi Dompu yang Mashur yakni, mandiri sejahtera dan religius bisa terwujud. “Mungkin mulai dari qari-qariah dan akan membias ke masyarakat lain karena Al-Quran itu adalah cahaya. Kalau cahaya itu sudah masuk ke dalam diri qari-qariah ini dia akan membias ke masyarakat lainnya,” paparnya. (nas)











