MATARAM, INSANCHANNEL.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prop. NTB, DR.KH. Muh. Zaidi Abdad, M.Ag menyampaikan rasa senangnya mendengar informasi terkait pembatasan aturan covid 19 bagi jamaah yang melaksanakan ibadah di Arab Saudi sekaligus sebagai isyarat yang baik untuk perjalanan ibadah ke depan bagi umat Islam, baik itu umrah maupun haji yang sudah dua tahun sempat tertunda.

“Semoga dengan adanya pencabutan pembatasan tersebut menjadi signal yang baik bagi terselenggaranya haji tahun ini,” ungkap DR. KH. Muh. Zaidi Abdad, M.Ag, Kepala Kanwil Kemenag. Prop. NTB kepada insanchannel.com, Selasa (8/3) di Mataram.
Lebih lanjut ia berharap pelaksanaan haji tahun ini bisa dilaksanakan namun tetap menunggu keputusan pemerintah Saudi Arabia saja. “Kepastiannya belum ada,” tandasnya. Untuk itu ia mengajak semua pihak dan seluruh masyarakat untuk tetap berdoa mudahan dengan adanya pencabutan aturan yang ketat, mulai tidak ada karantina, peniadaan PCR, menjadi isyarat baik untuk haji tahun ini.
Pemerintah melalui Menteri Agama bersama tim dan Dirjen PHU saat ini tandasnya, terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Saudi Arabia. Sementara di daerah dalam hal ini Kakanwil juga tetap menunggu keputusan pusat. “Semoga tidak ada masalah, sehingga tahun ini bisa diberangkatkan,” katanya lagi.
Ketika ditanya tentang manasik haji Kakanwil. Kemenag. NTB ini mengakui, sebenarnya manasiknya sudah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, baik melalui Kemenag. kabupaten/kota maupun KUA. “Tapi karena sudah dua tahun berlalu, kami akan memikirkn kembali untuk pelaksanaan manasik bagi calon jamaah haji, terutama yang dijadwalkan akan berangkat,” paparnya sembari menambahkan, tentang teknisnya akan dibicarakan dengan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Kakan Kemenag. kab/kota.
Ketika ditanya tentang apa yang harus dilakukan oleh calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini? Ia mengatakan, tetap menunggu keputusan pemerintah dalam hal ini Menteri Agama RI dan siap menerima keputusan yang ada. Karena haji ini tandasnya, adalah panggilan Allah dan tidak usah resah dan galau. “Kita harus tawakkal dan harus penuh kesabaran. Insya Allah akan dicatat Allah sebagai kebaikan,” ajaknya.
Untuk itu ajak tetap mengajak para calon jamaah haji agar tetap jaga kesehatan karena covid masih belum berlalu. “Semoga semua jamaah calon haji diberi kesehatan, panjang umur dan diberi kesabaran,” ujarnya.
Ketua IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah Hafizd Hafizah) NTB ini juga mengajak semua untuk saling menjaga kondusifitas masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas, terutama terkait haji. “Dan mari kita berdoa semua agar wabah ini cepat diangkat oleh Allah,” ajaknya. (nas)










