DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Pertanian organik yang memanfaatkan bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia dalam proses budidaya merupakan sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Selain berfungsi mengembalikan kesuburan tanah, juga menghasilkan produk pertanian yang sehat dan ramah lingkungan.
PT Sumbawa Timur Mining (STM) kembali mengadakan pelatihan pengelolaan ekosistem Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) bagi petani di wilayah Kecamatan Hu’u sebagai bentuk komitmen pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan yang melibatkan petani di Kecamatan Hu’u pada 25–29 September 2023 ini dibimbing langsung Alexa Consultant yang fokus pada pertanian organik. Selama proses pelatihan, peserta diedukasi dalam pengelolaan pangan yang sehat dan menawarkan solusi pertanian ramah lingkungan dengan organik.
Sehingga peserta dilatih dalam penyiapan lahan, proses budidaya, dan penyiapan bahan organik untuk kesuburan tanaman, serta upaya pengendalian hamanya. Untuk mendukung itu, peserta diajarkan mulai sifat fisik tanah, sifat biologis atau mikro organisme yang terkandung dalam tanah hingga sifat kimia atau proses perubahan tanah.
Ulya Defretes, Manajer Community Relation PT STM mengatakan, pendampingan terhadap petani dalam mengembangkan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan dilakukan PT STM bersama Alexa Consultan sejak 2017. Hingga saat ini ada 60-an orang petani dampingan dari 100-an petani yang dibina. Dengan pendampingan yang dilakukan, penghasilan petani mencapai Rp150 juta.

Hasil ini ditopang oleh posisi Hu’u sebagai daerah pariwisata, sehingga peluang pasar untuk kebutuhan pertanian organik terbuka lebar. Sementara potensi lahan yang luas dan dominasi warga sekitar mengandalkan sektor pertanian. “Kedepan kita akan terus mendampingi petani yang ada di Kecamatan Hu’u dalam mengembangkan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Lahan merupakan modal utama dalam pertanian. Pelatihan ini bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani dampingan dalam menjaga kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem. “Jadi dalam pelatihan ini, akan ada banyak ilmu yang kita pelajari, bagaimana kita mengelola tanah, bagaimana mengembalikan kesuburan tanah dengan cara yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Muhammad Kurniadin dari Comrel PT STM pada penutupan pelatihan menyampaikan ada banyak ilmu pengetahuan yang didapat selama pelatihan. Mulai dari pengolahan tanah, proses budidaya, dan pengendalian hama. Kendati masih sebatas pengetahuan dasar, tapi dengan dipraktikkan akan memberi pengalaman yang luar biasa. Ketika ada masalah yang belum dipahami, bisa langsung ditanyakan kepada tim Alexa sebagai konsultan yang ditunjuk PT STM. “Ada banyak ilmu pengetahuan yang diajarkan, termasuk bagaimana memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar sebagai obat bagi kesehatan,” jelasnya.
PT STM yang masih melakukan kegiatan eksplorasi mineral dan panas bumi di wilayah Hu’u berkomitmen untuk terus mendampingi para petani dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan. Termasuk juga mendorong SMKN 1 Hu’u yang sudah didampingi sejak 3 tahun lalu sebagai SMK percontohan dan SMK unggulan di Nusa Tenggara Barat. “InsyaAllah kita siap mendukung, tapi mari kita bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita kita bersama (menjadikan SMK unggulan),” kata Ulya Defretes.
Hanafi, petani asal Desa Marada, Kecamatan Hu’u peserta pelatihan menyampaikan apresiasinya kepada PT STM yang sudah menghadirkan Alexa Konsultan untuk memberikan edukasi terkait pertanian organik yang ramah lingkungan. Ada banyak ilmu pengetahuan dan ilmu baru dalam budidaya pertanian yang ramah lingkungan didapat selama pelatihan. “Ternyata ada banyak bahan di sekitar kita bisa digunakan sebagai obat untuk tanaman ataupun obat yang bisa kita minum untuk mengobati penyakit. Selama ini kita terlalu dimanjakan dengan obat kimia,” kata Hanafi.
Wahyuningsih, guru SMAN 1 Hu’u warga Rasabou juga menyampaikan rasa syukurnya bisa mengikuti pelatihan. Ia bisa menerapkannya di sekolah maupun rumahnya. Karena dengan sistem tanaman organik bisa dikembangkan pada lahan yang terbatas maupun tanah lapang. Hasilnya pun tetap bisa dimaksimalkan sesuai jenis tanaman yang dibudidaya. “Tapi memang butuh perhatian lebih dalam melakukan pengolahan lahan dan pembuatan obat alami saat budidaya,” katanya. (02ic)










