MAKKAH, INSANCHANNEL.COM – Tim Monev Haji 2025, H. Zamroni Azis, SH, MH memberikan apresiasi yang baik terhadap kinerja yang tunjukkan oleh para petugas haji Indonesia yang bertugas membersamai jamaah Kelompok Terbang (Kloter) LOP (Lombok). Para petugas ini baik TPHI, TPIHI, TKHI maupun PHD, telah berusaha maksimal di tengah tantangan tugas yang berat dalam membersamai jamaah haji tahun 2025 M/1446 H ini.
“Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada TPIHI, TPIHI, TKHI dan PHD,” ucapnya H. Zamroni Azis, SH, MH, anggota tim yang juga Kepala Kanwil Kemenag NTB pada acara pertemuan dengan seluruh petugas kloter, TPHI, TPIHI, TKHI dan PHD di Hotel Makareem Al-Bait Makkah, Sabtu (24/5/2025).
Pada acara yang dihadiri juga Wakil Ketua DPRD Prov NTB, Lalu Wirajaya yang hadir sebagai PHD (Petugas Haji Daerah), Muslim, ST, M.Si, Kadis Perikanan NTB (PHD), Sekda Sumbawa, Dr. Prasetio (PHD), dan petugas lain, Zamroni Azis mengungkapkan, munculnya persoalan-persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan ibadah haji saat ini menjadi atensi khusus bagi penyelenggaraan haji di tahun-tahun yang akan datang. “Namun untuk NTB, alhamdulillah masih cukup tertib dibanding daerah lain,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para petugas.

Kakanwil juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kesigapan dari para petugas kesehatan yang telah memberikan pelayanan optimal terhadap jamaah haji. Dan ia mengakui juga adanya kloter yang terbang ke Madinah tanpa didampingi oleh petugas kesehatan. Namun hal itu dapat dituntaskan dengan baik berkat adanya kerjasama yang baik dari semua pihak.
“Di tahun yang akan datang kita berharap berbasis Embarkasi,” tandas Zamroni.
Zamroni yang hadir sebagai anggota tim monev haji 2025 di Arab Saudi ini juga mengingatkan para petugas tentang pentingnya mempersiapkan jamaah calon haji menghadapi puncak haji. ” Insya Allah haji tahun ini bertepatan dengan haji Akbar,” tuturnya.
Usai pertemuan dengan tim monev, Wakil ketua DPRD NTB, L Wirajaya yang juga Petugas Haji Daerah (PHD) mengungkapkan, pihaknya selalu memantau setiap proses ibadah haji maupun umrah tahun 2025 ini. Untuk itu katanya, ada beberapa yang perlu diperbaiki untuk penyempurnaan proses pada tahun-tahun yang akan datang. “Persoalan dapat dikelompokkan dalam dua persoalan,” katanya.
Persoalan pertama katanya menjelaskan, terkait internal yang harus diperbaiki misalnya tata kelola kartu karom harus dimanfaatkan dan optimalkan sedemikian rupa sehingga persoalan dapat dioptimalkan penyelesaiannya oleh karom dan kartu yang ada sehingga tidak ada koper yang tertukar dan lain-lain. “Sehingga pelayanan terhadap jamaah-jamaah yang resti (resiko tinggi) dan pendampingan terhadap jamaah yang kurang sehat akan bisa teratasi dengan baik,” ungkapnya.
Persoalan kedua lanjutnya, yaitu komunikasi yang lebih intensif lagi dan dioptimalkan lagi antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi. “Visa yang dikeluarkan secara serentak dan pembagian sarikah terhadap jamaah yang menurut saya tidak berbasis visa tapi berbasis kloter. “Sehingga pelayanan terhadap jamaah bisa teratasi dengan baik,” ujar Wirajaya.
Namun ia menilai kesigapan para petugas, baik PPIH, TKHI, TPIHI, TPHI dan PHD luar biasa. “Tetapi juga membutuhkan penyesuaian kita sebagai petugas haji,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang PHD (Petugas Haji Daerah) lain, Muslim, ST, M.Si mengatakan, menyikapi dinamika pelaksanaan ibadah haji 2025 yang masih banyak memerlukan atensi bersama khususnya terkait dengan belum semua jamaah mendapatkan kartu nusuk dan lain-lain memerlukan peran serta dan partisipasi semua pihak khususnya para petugas pendamping haji. “Ini momen yang baik untuk koordinasi dan konsolidasi,” ujar Muslim, usai mengikuti pertemuan khusus anggota tim monev dengan petugas yang mendampingi jamaah di 12 kloter LOP.
Momentum koordinasi dan konsolidasi yang dilakukan oleh tim evaluasi dan supervisi dari Kementerian Agama RI yang dalam hal ini oleh bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB adalah langkah nyata untuk mendesain langkah-langkah tekhnis dalam rangka persiapan pelaksanaan ibadah haji termasuk simulasi pendorongan wukuf. (ic01)











