DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Pimpinan Pondok Pesantren As-Salam Dompu, Mujahid, S.Pdi mengungkapkan, di tengah-tengah fitnah yang melanda moral umat saat ini baik dari kesesatan akidah maupun dekadensi moral berupa maraknya perjudian, narkoba, minuman khamar, zina dan lain-lain maka saatnya umat ini diajak untuk berazam dan bertekad menjadi hamba yang berakhlak dan bermanfaat untuk semua orang, sejuk dan santun dalam berdakwah.
“Mari kita berazam dan bertekat menjadi hamba yang berakhlaq, bermanfaat untuk semua orang, sejuk dan santun dalam berdakwah, membina dan mendidik umat ini kembali kepada Allah,” ajak Mujahid, S.Pdi, Pimpinan Pondok Pesantren As-Salam Dompu menjawab insanchannel.com, Selasa (22/3/2022) di Ponpes As-Salam Dompu. 
Untuk itu lanjutnya, sebagai pimpinan di Pondok Pesantren As-Salam berikhtiar menjadikan pondok ini disukai oleh semua orang, semua madzhab dan menjadikan semua penghuni pondok baik ustadz dan santri menjadi hamba yang berakhlaq karimah, dai dan penghafal Al-Quran yang Rahmatal Lil Alamiin. “Dan orientasi kita adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan madzhab keseharian kami di pondok Madzhab hanbaliy, tetapi tetap menghargai, menghormati madzhab yang lain dengan tidak saling membid’ahkan, menyalahkan satu dan yang lainnya,” paparnya.
Maka visi yang dikembangkan di Pondok Pesantren yang dipimpinnya sebutnya, menjadikan santri yang berakhlaq dan beraqidah salimah sesuai dengan pemahaman ahlussunnah wal jamaa’ah dengan misi santri yang berakhlaq dan bisa menjadi dai serta menghafal Al-Qur’an untuk Rahmatan Lil Alamiin.

Ustazd Mujahid ini juga mengakui, Pondok Pesantren yang telah mengantongi izin pondok tahun 2017 ini terus berbenah dan menjadikan santri dan santriwan dan santriwatinya menjadi tahfizd Qur’an. Tidak hanya itu Yayasan As-Salam tempat bernaungnya Ponpes As-Salam juga mengembangkan pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dengan izin dari Kementerian Agama tahun 2020. “Bahkan MTs As-Salam sudah terakreditasi,” paparnya seraya menambahkan, As-Salam tengah berikhtiar untuk mendapatkan izin operasional untuk Madrasah Aliyah.

Santri yang Pondok As-Salam tambah Ustazd Mujahid berjumlah 120 santri dengan rincian seratus santriwan dan dua puluh santriwati. “Semua kita asramakan,” tandasnya seraya menambahkan ustadz yang tinggal di pondok, 4 orang dan ustadzahnya 2 orang. “Sedangkan ustadz yang ngajar di MTs sebanyak 10 orang,” katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren As-salam ini juga mengaku, bangunan gedung dan isinya berupa kasur, ranjang, meja, kursi, dan perlengkapan dapur adalah dari dari Qatar. “Adapun tanahnya adalah gabungan waqaf dari kaum muslimin,” tambahnya. Ia juga mengakui, donatur tetap untuk pondoknya belum ada tetapi insidental ada misalnya ketika santri kekurangan beras dan lauk disampaikan kepada para muhsiniin baik melalui surat, pengajian atau bersilaturahmi kepada para dermawan. (nas)











