DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Saati, S.Pd, guru Sekolah Dasar Negeri 1 Huu menjadi satu-satunya guru SD di Huu yang lolos sebagai guru penggerak angkatan kedua. Tidak hanya berprestasi mengikuti program Kemendikbud Dikti tahun 2020, Saati juga berhasil mengembangkan program pembelajaran yang baik pada siswa dan mengimpaskan pada guru lain.

Ibu guru kelahiran Dompu pada 11 Desember 1980 yang sudah memiliki dua orang putri dari hasil pernikahannya dengan Wahyuddin, S.Pd asal Desa Marada Kecamatan Huu ini diangkat menjadi PNS di SDN 4 Pekat tahun 2008. Karena suaminya bertugas di SMKN 1 Huu, Saati akhirnya mengikuti suami dan dipindah tugaskan ke SDN 3 Huu yang ada di Cempi Jaya tahun 2012 hingga 6 Januari 2019.
Keberadaannya di Huu membawa perubahan baginya dalam proses mendidik anak didiknya. Karena ia mulai paham soal setingan kelas yang bagus, menjadi guru yang ramah terhadap anak, membuat siswa tertarik pada setiap materi yang diajarkan dengan beberapa metode, dan membuat administrasi yang menarik untuk siswa.
Itu semua didapat saat mengikuti pelatihan dan program pendampingan oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) sejak 2016 hingga 2019. “Dengan implementasi dari materi yang didapat di Ibu Lina (PT STM), alhamdulilllah siswa lebih kreatif,” kata Saati yang mulai mengajar di SDN 1 Huu sejak 6 Januari 2019 ini.
Hasil pendampingan ini juga cukup membekas bagi Saati dan itu menjadi modal baginya ketika mengikuti seleksi guru penggerak yang menjadi program Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek tahun 2020.
Saati terpilih dan keluar dengan predikat amat baik dari Kemendikbut dalam pengukuhan Januari 2022 lalu setelah melewati pelatihan secara online selama 9 bulan pada April-Desember 2021. Materi pelatihan, ternyata sudah dipelajarinya saat mengikuti kegiatan pendampingan oleh PT STM. “Itu keunggulan saya diantara teman – teman. Akhirnya mendapat predikat amat baik dari Kemendikbut,” ungkapnya.
Sebagai guru yang lebih awal mendapat pendidikan dan pelatihan, Saati berharap bisa mengikuti training of trainer (TOT) sehingga bisa mengimpaskan ke lebih banyak guru dalam mendidik anak didik untuk generasi masa depan.
“Guru (di Huu) ini, sebenarnya sudah memiliki kompetensi, tapi bagaimana pemerintah bisa lebih meningkatkan lagi kompetensinya. Agar lebih banyak yang merasakan manfaat, guru yang setingkat pengetahuannya di atas yang lain bisa diberdayakan. Sehingga lebih banyak dan cepat proses pemulihan pendidikan terjadi,” harapnya. (vin)









