DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Stok pangan milik Bulog dan mitra Bulog serta masyarakat diklaim bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Dompu hingga Februari 2024 mendatang. Cadangan ini tidak akan cukup bila pemerintah kembali menggelontorkan program bantuan pangan tahap ketiga, Januari – Maret 2024.
Menekan keluarnya gabah dari Dompu dan mempercepat penanaman padi oleh petani menjadi solusi hadapi ancaman ketersediaan pangan di daerah. Hal itu menjadi kesimpulan dari rapat menjaga inflasi daerah yang dipimpin Sekda Dompu, Gatot Gunawan PP, SKM, MMKes di rung rapat wakil Bupati, Kamis (19/10/2023) kemarin.

Rapat ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dompu, Kepala Perhubungan Dompu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dompu, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Bima, KPKN Bima, BPS Dompu, dan instansi terkait lainnya ini secara khusus membahas ketersediaan stok pangan dalam daerah serta naiknya harga beras di pasaran.
“Stok kita memang aman sampai Februari 2024. Dari program bantuan pangan tahap dua dari September sampai November (2023), kita tidak menutup kemungkinan ada program bantuan pangan lagi, yang tentunya harus kita cadangan dong. Misalnya bantuan pangan sampai Maret, sementara cadangan kita sampai Februari. Sementara cadangan yang ada bukan hanya untuk cadangan pangan, tapi ada stabilitas lagi, kegiatan operasi pasar, sehingga harus kita jaga,” ungkap Pimpinan Cabang Divre Bulog Bima, Kurnia Rahmawati.

Ia juga mengaku, bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu telah melakukan operasi pasar, menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat, pengendalian harga beras melalui rumah pangan di beberapa pasar tradisional dan toko. Tapi operasi yang dilakukan sejauh ini belum berdampak turunnya harga beras di pasaran. “Apa yang salah dari upaya yang telah dilakukan ini,” katanya.
Terkait stok pangan dan penyerapan gabah petani, Kurnia Rahmawati mengatakan, sejak 2022 pihaknya tidak maksimal menyerap gabah petani. Bukan karena tidak mau, tapi karena kalah saing dengan pengusaha dari luar daerah. Para pengusaha dari luar berani membeli dengan harga mahal. Sementara Bulog dihadapkan dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
BPS Dompu yang ikut memberikan presentasi dalam rapat ini mengungkapkan, sektor makanan memberikan kontribusi hingga 74,56 porsen terhadap inflasi. Komponen yang terbesar disumbangkan oleh komoditi beras, rokok, telur ayam ras, roti, daging, ikan dan lainnya. Sementara sisa penyumbang inflasi lainnya sebanyak 25,44 porsen dari non makanan, termasuk perumahan, BBM, listrik, dan pendidikan. “Jadi beras ini memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap inflasi daerah,” kata petugas BPS Dompu.
Sekda Dompu, Gatot Gunawan PP, SKM, MMKes mengatakan, harga beras di pasaran saat ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp.10.900 per kg untuk beras medium dan Rp.12.900 per kg untuk beras premium. Kenaikan harga ini, bila tidak dikendalikan akan berdampak pada sektor lain yang dapat menggerakkan inflasi. Masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah akan sangat merasakan dampaknya.
Kenaikan harga beras ini, kata Gatot masih sangat mungkin akan kembali naik kedepannya. Musim kemarau yang relatif panjang dan diperkirakan musim hujan pada dasarian II dan III Desember 2023. Sehingga perkiraan panen raya akan berlangsung pada Maret – April 2024 mendatang. “Kita sangat berharap ada solusi yang tepat dalam mengantisipasi ini, sehingga tidak terjadi,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM mengingatkan, secara produksi tidak ada masalah dengan ketersediaan pangan masyarakat. Yang menjadi masalah, gabah yang diproduksi petani kebanyakan dijual oleh petani dan potensi dikirim ke luar Dompu sangat besar terjadi. “Ini yang perlu diantisipasi bersama, ketersediaan gabah dalam daerah. Ketika gabah tersedia, dipastikan stok beras juga akan aman,” ungkapnya.
Syahroni juga membandingkan antara harga gabah dan padi tahun 2022 dan 2023 yang disebutnya masih relatif normal dengan fluktuasi harganya. Dimana tahun 2022 lalu, harga gabah berkisar Rp.3.300 per kg hingga Rp.4.300 per kg, harga berasnya antara Rp.9.900 per kg hingga Rp.11.200 per kg. Sementara harga gabah di tahun 2023 antara Rp.4.300 per kg hingga Rp.6 ribuan per kg, harga berasnya antara Rp.11.200 per kg hingga Rp.13 ribu per kg. (02ic/*)










