MAKKAH, INSANCHANNEL.COM – Tak mampu digambarkan dengan kata-kata ketika sesuatu yang diharapkan terwujud adanya. Senyum bahagia tergambar dari wajah, Rusdi M Saleh (39), Lewintana kec. Soromandi Kab. Bima yang sudah lebih dari satu pekan berada di Makkah Arab Saudi dan baru menerima kartu nusuknya.
“Saya merasa bangga dan terharu atas keluarnya kartu nusuk ini,” ujar Rusdi M. Saleh, salah seorang jamaah calon haji kloter 10 LOP ketika menerima kartu Nusuk dari ketua kloternya, Sabtu (31/5/2025) di Hotel Safa Al-Murjan Makkah.

Rusdi yang hadir menjadi tamu Allah sebagai jamaah haji yang merupakan hasil pelimpahan porsi orang tuanya yang wafat ini mengakui, kartu ini merupakan nyawa baginya. “Saya menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada ketua Kloter 10 Dan pembimbing Manasik Haji kloter 10 dan sampai ke tingkat ke bawah yang di mandatkan oleh Kakanwil NTB yang telah bersusah payah dan memperjuangkan kartu nusuk semoga kebaikan bapak di balas oleh Allah SWT,” ujarnya.
Ketua Kloter 10 LOP, Ustadz Muksin usai menyerahkan kartu Nusuk kepada Rusdi M. Saleh menyampaikan rasa syukurnya atas telah keluarnya beberapa kartu Nusuk yang selama ini ditunggu jamaah. “Namun masih ada beberapa yang belum keluar dan masih kita tunggu,” ujar Muksin sembari mengatakan, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk tetap berkoordinasi dengan pihak syarikah terkait nusuk ini agar jamaah segera menerima kartu nusuknya.
Anggota DPR RI, Hj. Mahdalena, MM yang saat ini berada di Makkah, Arab Saudi juga secara terpisah mengakui, intens mengkomunikasikan terkait nusuk ini agar jamaah segera menerima kartu nusuk dan nyaman dalam melaksanakan ibadahnya. “Saya juga sudah sampaikan ke Dirjen (Dirjen PHU) soal nusuk yang belum keluar ini,” ujarnya seraya mengakui, saat ini untuk akses ke Masjidil Haram jika belum keluar kartu nusuknya masih bisa menggunakan visa hajinya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dalam laman kemenag.go.id menjelaskan bahwa ada tiga fungsi utama kartu ‘Nusuk’. Pertama, Nusuk adalah layanan dari syarikah. Tahun ini, layanan jemaah haji Indonesia dikelola oleh delapan perusahaan swasta yang disebut sebagai syarikah.
Menjadi tanggung jawab petugas, lanjut Hillman, untuk memastikan setiap jemaah memiliki kartu Nusuk. Hal itu akan mempercepat proses identifikasi dan pelayanan karena data jemaah sudah sinkron dengan data syarikah.
“Nusuk ini spesifik sesuai dengan syarikah yang melayani. Jadi, Insya Allah tidak akan ada lagi cerita jemaah terlantar karena ketidakjelasan layanan,” papar Hilman saat melepas jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 di Embarkasi Bekasi, Sabtu (10/5/2025).
Kedua, Nusuk menjadi syarat masuk ke Masjidil Haram. “Dengan sistem satu syarikah dan validasi melalui ‘Nusuk’, Insya Allah proses ini akan berjalan lebih tertib dan lancar,” ujarnya. Hilman saat melepas jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 di Embarkasi Bekasi, Sabtu (10/5/2025).
Ketiga, kegunaan ‘Nusuk’ akan sangat terasa saat puncak ibadah haji, yakni pergerakan massal jemaah dari Makkah ke Arafah, lalu ke Muzdalifah, dan Mina. “Kita akan memberikan pertimbangan khusus untuk jemaah lansia dan pendampingnya. Namun, secara umum, ‘Nusuk’ akan menjadi acuan data yang sangat penting untuk mengelola pergerakan 2 juta lebih jemaah. Jika data kita tidak akurat, dampaknya akan sangat besar,” tegasnya. (ic01)











