DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Wakil Bupati Dompu, Syahrul Parsan, ST. MT menyampaikan ucapan selamat kepada Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) baru saja dilantik semoga dapat menjalankan amanah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga IPHI, walaupun ada beberapa yang masuk pengurus baru ini sudah tidak ada lagi di kabupaten Dompu atau telah berhijrah ke tempat lain.
“Mungkin ini perlu dilakukan revisi,” ujar H. Syahrul Parsan, ST, MT, Wakil Bupati Dompu pada pelantikan Pengurus IPHI Kab. Dompu, Kamis (23/12) di Pendopo Bupati Dompu.

Pada acara yang dihadiri Ketua IPHI NTB, HM. Sukiman Azmy ini, Syahrul Parsan berharap dengan telah dilantiknya Pengurus IPHI kab. Dompu yang baru ini dapat membawa Dompu yang Mashur yakni Dompu yang Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius sesuai dengan misi kepemimpinan AKJ-Syah.
Dengan kata-kata religius ini katanya, banyak dibebankan kepada kepengurusan IPHI Kab. Dompu yang baru saja dilantik. Karena kabupaten Dompu ini banyak yang harus dibenahi dan diperbaiki terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Karena Allah telah menitip bumi dengan segala isinya ini untuk dijaga dan dirawat kelestariannya.
Daun kayu yang ada jelasnya, akan menyerap karbondioksida lalu mengeluarkan oksigen dan oksigen itu diserap manusia. ‘Kita saling isi mengisi,” jujurnya seraya mengharapkan peran dari pengurus IPHI agar dapat memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat melalui bahasa agama betapa penting menjaga dan memelihara hutan yang ada.
Syahrul Parsan menilai, di daerah ini banyak yang sudah menyerah sebelum berusaha. Untuk itu ia mengajak semua pihak untuk mengambil makna dan hikmah dibalik pelaksanaan sai yang merupakan salah satu rukun haji maupun umrah. Siti Hajar sebagai istri Nabi Ibrahim AS yang berusaha mencari air walaupun di tanah tandus sekalipun. Namun dengan tekadnya untuk mendapatkan air karena tangisan anaknya yang kehausan, ia terus bolak balik antara Safa dan Marwa sampai tujuh kali.
Siti Hajar tidak pernah berputus asa. “Bolak-balik antara Safa-Mawa hingga tujuh kali baru ia melihat ada air dibawah hentakan kaki anaknya bernama Ismail AS kemudian berusaha mengumpulkannya dengan kata-kata zam-zam,” paparnya pada acara yang dihadiri juga Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Dompu dan unsur OPD di Dompu.
Untuk itu lanjutnya, tekad dan usaha itu penting untuk mencapai hasil dan tidak menyerah sebelum berjuang. “Tentunya usaha itu kita serta dengan doa,” ujarnya sembari mengajak agar hal ini juga yang harus ditanamkan kepada masyarakat bumi nggahi rawi pahu Dompu. Ini juga akuinya menjadi tugas berat yang diemban pemerintah. “Ini saya titipkan kepada IPHI termasuk sesepuh-sesepuh yang biasa menyampaikan ceramah agar disampaikan kepada masyarakat,” ajaknya. (nas)










