MAKKAH, INSANCHANNEL.COM-Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Azis, SHi, MH meminta seluruh jamaah calon haji asal Nusa Tenggara Barat untuk tetap sabar dan tetap enjoy melaksanakan aktifitas selama di Makkah dan Madinah. Karena itu, kehadirannya di Makkah ini dalam rangka untuk mendampingi sekaligus mendengar denyut nadi jamaah calon haji.
“Saya sengaja hadir di Makkah ini dalam rangka mendampingi jamaah, maka bersabarlah,” ucap Zamroni Azis, SHi, MH saat memberikan semangat kepada jamaah haji kloter 9, 10, 11 dan beberapa kloter lain asal NTB di Hotel Safa Al-Murjan Arab Saudi, Senin (26/5/2025).

Orang nomor satu di Kementerian Agama Provinsi NTB ini mengungkapkan, dalam rangka melayani jamaah haji ini para petugas baik TPHI, TPIHI, TKHI maupun PHD tidak lagi berbicara tentang kloter-kloter. “Kita tidak bicara lagi soal kloter-kloter, yang ada adalah jamaah asal Nusa Tenggara Barat,” ingat Zamroni.
Kepada seluruh Jamaah haji kloter 9,10,11 dan termasuk beberapa belasan jamaah kloter 12 LOP yang menempati pemondokan 202 hotel Safa Al-Murjan ini, Kakanwil Kemenag NTB menyampaikan rasa syukurnya karena jamaah yang paling rapi diantara propinsi-propinsi lain adalah NTB. “Kenapa bisa begitu, karena memang alhamdulillah para jamaah mengikuti arahan-arahan teman-teman para petugas,” ujarnya.

Zamroni mengharapkan para petugas untuk tidak marah kalau dicaci maki oleh para jamaah. “Itu bagian dari ujian kepada kita dalam melayani,” ujarnya seraya mengharapkan jamaah untuk tidak berlebihan juga. Karena ketika JCH dan calon haji mabrur dan sabar maka semakin tinggi nilainya di sisi Allah. “Saya jamin bahwa seluruh jamaah harus terlayani dengan baik,” tandasnya.
Terkait persoalan-persoalan yang muncul yang dihadapi jamaah kata Kakanwil, pihaknya sudah mengumpulkan semua petugas haji yang dari NTB baik ketua kloter, pembimbing ibadah maupun PHD. Untuk itu ia menandaskan, saat ini kita berada di Arab Saudi harus mengikuti aturan dari pemerintah Arab Saudi. Dan para petugas dalam melayani jamaah tidak lagi telpon kiri-kanan terkait urusan jamaah.
“Selama dia sebagai jamaah, di kloter manapun dari LOP harus dilayani dengan baik,” tandasnya seraya menambahkan, semua jamaah yang kebetulan ada di hotel ini kendati syarikah yang berbeda maka menjadi tanggung jawab dari semua petugas yang ada di sini.

Sementara itu salah seorang tim bimbingan ibadah mengingatkan agar kegiatan puncak di Armuzna itu bisa dilakukan dengan sempurna maka setiap jamaah untuk tetap mengikuti arahan para petugas. “Kegiatan di Armuzna itu membutuhkan tenaga yang prima dan hati yang lembut,” kata KH. Umam, salah seorang anggota Tim Bimbingan Ibadah seraya mengharapkan untuk mempersiapkan diri menjadi haji mabrur. “Perbaiki ibadah kita,” tuturnya pada acara edukasi jamaah calon haji LOP di Safa Al-Murjan.
Anggota tim edukasi ini juga menyetir ungkapan Ali bin Abi Thalib tentang amalan yang susah dilakukan seseorang, pertama, memaafkan, kedua, dermawan pada saat sedang susah melakukannya. Ketiga, menjaga dari sesuatu yang tidak baik pada saat tidak ada orang. “Sholat berjamaah lama tapi kalau sendiri pake ekspres,” ujarnya mencontoh sembari menambah yang keempat, mengatakan sesuatu yang sebenarnya di depan orang yang kita takuti.
Sementara itu Bimbad Sektor 2, Hj. Rahmi Kusbandi, M.Pd pada kesempatan yang sama meminta jamaah untuk tetap ikuti arahan para petugas. “Di Mina, ikuti sesuai jadwal yang ada,” katanya. Ia mengatakan, jadwal lontar jumrah itu sudah ditentukan oleh syarikah. Dan LOP tidak masuk dalam program tanazul. Artinya katanya, usai melontar jamaah LOP tidak kembali ke hotel tetapi kembali ke tenda Mina untuk menginap. (ic01)











