DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Pangdam IX Udayana, Mayor Jendral TNI Sonny Apriyanto, SE, MM mengajak masyarakat Dompu untuk banyak telah dilahirkan dan hidup di bumi Pertiwi Indonesia yang wilayahnya subur dan mengalami surplus pangan. Dan berbeda dengan negara subtropis yang kini mengalami krisis pangan akibat kekeringan berkepanjangan hingga mengalami gagal panen.

“Kita masih bersyukur tinggal di Indonesia, yang menurut saya merupakan serpihan kecil dari surga dunia,” ungkap Mayjen TNI, Sonny Apriyanto, SE, MM, Pangdam IX Udayana pada acara silaturrahmi di Pendopo Bupati Dompu, Rabu (24/8/2022).
Pada acara yang dihadiri Bupati Dompu, H. Kader Jaelani, Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT dan Forkopinda dan pejabat setempat serta toga-toma lebih lanjut jendral bintang dua ini mengungkapkan, banyak sumber daya air di Dompu terbuang percuma ke laut, sementara lahan tadah hujan di daerah ini masih cukup luas dan bisa dioptimalkan dengan pompa hidram. “Di Dompu masih banyak lahan yang menggunakan pola tanam tadah hujan, sehingga kita membuat pompa hidram itu. Itu dapat mengairi lahan tadah hujan untuk tahap awal sekitar 50 ha,” kata Pangdam.
Kehadiran Pangdam di Dompu disamping bersilaturrahmi dengan pejabat dan masyarakat juga telah meresmikan pompa Hidram di Desa Karamabura Kec. Dompu. Pompa yang memanfaatkan mata air dan dinaikan hingga ke atas 2 km dari sumber air tanpa menggunakan mesin dan listrik ini katanya, akan membantu irigasi lahan tadah hujan seluas 50 Ha milik warga setempat.
Pompa yang sudah diujicobakan dan bisa dioperasionalkan 2 pekan kedepan diharapkan akan lebih banyak terbangun di Dompu. Pembangunan pompa hidram papar orang nomor satu di Kodam Udayana ini, merupakan bantuan dari kelompok masyarakat terhadap program sedekah air. Program ini bisa didukung Pemda yang memiliki anggaran dan dikerjakan oleh TNI AD melalui karya bhakti atau TMMD. “Kami punya tenaga, kami punya pikiran, kami siap untuk berkolaborasi dengan Pemda. Sebab pompa hidram itu kami bisa produksi sendiri,” terangnya.

Pada acara yang dihadir Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, Amd.Par, Sekda Dompu, para caramat dan kepala desa se-Kab. Dompu ini Sony Aprianto menjelaskan, pompa hidram ini memanfaatkan tekanan air dari pembuatan bak di sumber air dan didorong ke pompa. Dari pompa ini bisa menaikan hingga ketinggian 2 km dan ditampung kembali menggunakan bak air untuk dialirkan ke bak-bak sekunder sebagai saluran irigasi dengan sistem perpipaan. Pola ini tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan mengairi persawahan dan perkebunan, tapi juga untuk air bersih masyarakat setempat. “Lahan di sini cukup luas, tapi ketersediaan airnya yang tidak maksimal,” jujurnya.
Sementara itu Bupati Dompu, H Kader Jaelani pada kesempatan yang sama menyampaikan kondisi geografis Dompu, dimana sektor pertanian masih menjadi andalan karena sebagai pembentuk utama PDRB yaitu 45,17 persen dan subsektor tanaman pangan merupakan subsektor terbesar yaitu 51,84 persen. Sehingga penetapan program unggulan tidak jauh dari sektor pertanian yaitu Jagung, Porang, Padi, Sapi, dan Ikan (Jara Pasaka).
Kader Jaelani juga mengungkapkan, kendala biaya masih dihadapi petani dalam mengembangkan usaha pertanian. Beban bunga KUR yang masih tinggi, kelangkaan pupuk subsidi, fluktuasi harga dan intensitas penanaman sangat terganggu oleh musim hujan.
“Kitapun bersyukur, Kodam IX Udayana sudah menjadikan Desa Karamabura sebagai salah satu tempat dibangunnya pompa hidram,” ungkapnya seraya menambahkan, kedepannya pihaknya berkolaborasi untuk program dan kegiatan berikutnya. (nas)











