DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menggelar ubinan bersama jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung produktifitas komoditi jagung musim kemarau. Karena data perhitungan produktifitas menjadi kewenangan BPS, sementara Dinas Pertanian dan Perkebunan hanya menghitung luas tanam dan luas panen.

“Kita lakukan ubinan bersama, paling tidak untuk menunjukan hasil produksi jagung petani. Hasilnya, produktifitas jagung musim kemarau di kelompok tani kemarin ada di 9,8 ton per ha,” kata Muhammad Syahroni. SP,MM, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu di Dompu, Jum’at (9/9/2022).
Muhammad Syahroni mengungkapkan, data produktifitas jagung Kabupaten Dompu dalam angka masih di 5,2 ton per ha. Angka ini terasa janggal, kendati BPS memiliki metode sendiri dalam menghitungnya. Karena di lapangan para petani memanen jagung dengan produktifitas yang tinggi dan bahkan ada yang 9-11 ton per ha, kendati jumlahnya tidak banyak.
Diakui M Syahroni, BPS memiliki cara dan metode tersendiri dalam menentukan produktifitas tanaman pertanian yang dicantumkan pada Dompu dalam angka. Kendati demikian, BPS juga memiliki referensi dari hasil ubinan bersama.

Sementara untuk komoditi pagi kata Syahroni, tidak banyak berbeda dengan data sebenarnya. Perhitungan BPS, produktifitas komoditi padi 4,8 ton per ha. “Data ini tidak beda jauh dari data sebenarnya,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu bersama BPS Kabupaten Dompu melakukan ubinan bersama jagung hasil pendampingan program IPDMIP di kelompok tani (Poktan) So La Naru Desa Tembalae kecamatan Pajo. Jagung yang ditanam pada musism kemarau ini memiliki produktifitas mencapai 9,8 ton per ha.
Budidaya jagung hibrida dengan penerapan teknologi Jajar Legowo ini melibatkan berbagai kelompok pada DI So Lanaru dan terkumpul 25 orang mengikuti program Sekolah Lapang (SL). Sehingga petani mendapat edukasi mulai dari penyiapan lahan dan budidaya hingga produksi. (Vin/*)











