DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Hu’u pada Desember 2022 dan Januari 2023 sudah mencapai 15 kasus, 10 kasus diantaranya ditemukan pada Januari 2023 hingga tanggal 20. Bantuan alat fogging dan program bersih lingkungan serta bersih pantai yang dijalankan PT Sumbawa Timur Mining (STM) cukup membantu untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypty dewasa dan memotong rantai penyebarannya.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Rasabou, Nurhamsu Dian Sri Ekawati, A.Md.Keb pada pertemuan triwulan pemangku kepentingan Muspika Hu’u di New Staging Desa Marada Kecamatan Huu, Sabtu (21/1/2023).
“Kami mendapat bantuan alat fogging dari PT STM. Alat ini cukup membantu untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti dewasa pada radius 100 meter. Tapi memang tenaga kami masih kurang, sehingga butuh pelatihan dan operasional untuk mengoperasikan alat ini yang diharapkan kedepan,” ungkap Eka sapaan akrab Kepala Puskesmas Rasabou ini.
Tidak hanya itu, Eka juga berharap, program bersih – bersih lingkungan dan pantai yang dijalankan PT STM setiap Jumat agar tetap dilaksanakan. Bahkan program ini bisa lebih masif dilakukan masyarakat Hu’u dengan kolaborasi yang baik antar semua elemen pemerintah dan masyarakat yang ada.

Adapun penderita DBD yang ditemukan Puskesmas Rasabou pada Desember 2022 yaitu Desa Adu 2 kasus, Rasabou 1 kasus, dan Desa Marada 2 kasus. Pada Januari 2023 ditemukan di Desa Hu’u 2 kasus, Daha 2 kasus, Desa Adu 4 kasus, dan Desa Jala 2 kasus.
Sebelumnya, Musyawaluddin dari koordinator Comunity Relation (Comrel) PT STM menyampaikan programnya di tahun 2022 dan rencana program 2023. Diantara program yang sudah dilaksanakan seperti bersih – bersih lingkungan di 8 Desa, dan bersih – bersih pantai di 4 titik pantai se- Kecamatan Hu’u. Ada juga program untuk siswa SMA sederajat untuk pelatihan mitigasi bencana, dan pelatihan tim relawan rescue bagi pemuda se-Kecamatan Hu’u, dan program lainnya.
Pertemuan triwulan ini merupakan pertemuan rutin pihak PT STM dengan pemangku kepentingan Muspika Hu’u. Pada pertemuan ini, pihak perusahaan memaparkan perkembangan kegiatan proyek Hu’u. Baik kegiatan eksplorasi tambang mineral maupun kegiatan survei pendahuluan untuk panas buminya, termasuk kegiatan community development (Comdev) – nya.
Pertemuan ini juga dimanfaatkan pemangku kepentingan, termasuk anggota Muspika, dan pengurus Lembaga Adat untuk memberikan saran maupun masukan kepada manajemen PT STM. Termasuk mempertanyakan ketika ada informasi yang tidak jelas yang berkembang di masyarakat. (vin)











