ADVERTISEMENT
Minggu, 26 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami
Insan Channel
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Insan Channel
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dampak Cuaca Ekstrim, Banyak Jagung Petani Rusak dan Dihargai Murah

admin@insanchannel.com by admin@insanchannel.com
28 April 2023
in Ekonomi
0
Dampak Cuaca Ekstrim, Banyak Jagung Petani Rusak dan Dihargai Murah

Petani sedang menjemur jagungnya di lapangan Seraala Kempo tahun 2023.

Bagikan di WahtsAppBagikan di Facebook

DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Cuaca ekstrim akibat hujan yang terus mengguyur dan menyebabkan banjir, juga berdampak pada kualitas jagung petani. Banyak jagung petani yang rusak akibat direndam air dan tidak bisa dijemur secara maksimal. Belum lagi tuntutan ekonomi menjelang lebaran Idul Fitri memaksa petani memanen muda jagungnya.

Jagung menghitam karena berjamur akibat tidak bisa dikeringkan secara maksimal. Karena saat dipetik dan digiling (memisahkan biji jagung dari tongkolnya) diguyur hujan. Ketika hendak dijemur secara manual untuk pengeringan, cuaca selalu diguyur hujan. Sehingga banyak jagung petani menjamur dan ketika dikeringkan menghitam.

RelatedPosts

Dari NTB untuk Ajang Dunia, Narmada Kembali Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Mandalika Street Food Festival, Ajang Berburu Cita Rasa Kuliner Legendaris Lombok di The Mandalika

The Golo Mori Kukuhkan Diri sebagai Surga Baru Destination Wedding

Kualitas jagung yang rusak membuatnya tidak bisa ditampung di gudang – gudang penampung jagung petani. Jagung ini pun ditawari dengan harga yang cukup rendah sekitar Rp.2 ribuan per kg dari standar harga yang berlaku di atas Rp.4.200 per kg. Pembeli biasanya menggunakan kendaraan untuk langsung diangkut bagi kebutuhan pakan ternak. Selain berjamur, jagung petani juga berkapur. Kondisi ini disebabkan jagung dipanen muda.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM , Selasa (25/4/2023) kemarin mengakui, anjloknya harga sebagian jagung petani di Dompu karena faktor kualitas jagungnya. Kualitas jagung yang rendah ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak  menentu belakangan ini. Jagung diguyur hujan mulai proses pemetikan, penggilingan hingga penjemuran. “Memang harga ini relatif sudah baik dibandingkan sebelumnya. Tapi karena kondisi cuaca berdampak pada kualitas jagung kita,” katanya.

Yang bisa dilakukan untuk jangka pendek, kata Syahroni, pihaknya akan mengoptimalkan sarana yang ada. Seperti lantai jemur, dan certikal drayer milik kelompok akan disurati untuk bisa dimaksimalkan membantu petani. “Seperti BBU di Tolobara, itu kita buka untuk umum. Karena ada lantai jemurnya, kita buka untuk dimanfaatkan oleh petani,” ungkapnya.

Muhammad Syahroni juga mengungkapkan, sudah mengingatkan kepada jajarannya di lapangan untuk tidak jenuh mendampingi petani. Salah satu faktor penyebab kualitas jagung petani menurun akibat tingginya kadar kapur pada jagung pipilan. Kondisi ini disebabkan oleh jagung dipanen muda atau belum waktunya. “Kalau kadar kapur itu karena jagung dipanen muda. Banyak petani kita melakukan panen muda karena mau lebaran. Ini menjadi catatan kami,” terangnya.

Soal hujan, lanjutnya, ketika jagung belum dipetik dan diguyur hujan tidak akan menyebabkan jagung berjamur. Tapi rata – rata jagung berjamur akibat terlalu lama dalam kondisi lebab dan tidak dikeringkan. Sementara petani rata – rata mengandalkan sistem penjemuran manual di lapangan dan di lorong – lorong. Ketika hujan, sering digenangi air dan membasahi jagung.

Adnin, petani jagung di Kempo mengakui, banyak jagung yang berjamur akibat terlalu lama diguyur hujan dan kondisi lembab. Ketika dikeringkan, jamur itu menghitam. “Kalau jagung kita ndak kapur, karena kita panen sesuai waktu. Yang kapur itu, mereka yang panen muda,” ungkapnya.

Selain hujan yang terus mengguyur, lamanya mereka menjemur jagungnya karena tidak adanya tempat menjemur. Karena mengandalkan lapangan, sementara banyak petani yang memanfaatkan. Sehingga harus mengantri dan hujan tetap mengguyur. “Kita jemur ada yang sampai 15 hari,” ungkapnya.

Sementara untuk harga jagung yang kering  dan kualitasnya bagus, di tingkat petani saat ini antara Rp.4.500 hingga Rp.4.900 per kg. Sementara yang rusak karena kapur dan jamur, harganya Rp.2 ribuan hingga Rp.3 ribuan di tingkat petani. (vin/*)

Tags: dampak cuacaJagung rusakmanfaatkan lantai jemur kelompok
Previous Post

Gempa 5,7 SR Dirasakan Cukup Kencang di Dompu

Next Post

DahSAt dengan ‘Ibu Jari’ Jadi Inovasi Kampung KB Teluk Saleh Soro Menuju Tk Nasional

admin@insanchannel.com

admin@insanchannel.com

Related Posts

Dari NTB untuk Ajang Dunia, Narmada Kembali Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Ekonomi

Dari NTB untuk Ajang Dunia, Narmada Kembali Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

14 Juli 2026
Mandalika Street Food Festival, Ajang Berburu Cita Rasa Kuliner Legendaris Lombok di The Mandalika
Ekonomi

Mandalika Street Food Festival, Ajang Berburu Cita Rasa Kuliner Legendaris Lombok di The Mandalika

10 Juli 2026
The Golo Mori Kukuhkan Diri sebagai Surga Baru Destination Wedding
Ekonomi

The Golo Mori Kukuhkan Diri sebagai Surga Baru Destination Wedding

6 Juli 2026
Ekonomi

62 Tahun Bank NTB Syariah

5 Juli 2026
Banyak Keseruan Dalam Kawasan : ITDC Siapkan Ragam Pengalaman Seru untuk Musim Liburan Sekolah 2026
Ekonomi

Banyak Keseruan Dalam Kawasan : ITDC Siapkan Ragam Pengalaman Seru untuk Musim Liburan Sekolah 2026

26 Juni 2026
ITDC Kembali Berstatus Persero, Siap Percepat Pengembangan Destinasi Pariwisata Kelas Dunia
Ekonomi

ITDC Kembali Berstatus Persero, Siap Percepat Pengembangan Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

23 Juni 2026
Next Post
DahSAt dengan ‘Ibu Jari’ Jadi Inovasi Kampung KB Teluk Saleh Soro Menuju Tk Nasional

DahSAt dengan ‘Ibu Jari’ Jadi Inovasi Kampung KB Teluk Saleh Soro Menuju Tk Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

ITDC Ajak Mario Aji dan Veda Ega Free Practice di Pertamina Mandalika International Circuit, Tegaskan Komitmen Dukung Local Heroes

ITDC Ajak Mario Aji dan Veda Ega Free Practice di Pertamina Mandalika International Circuit, Tegaskan Komitmen Dukung Local Heroes

25 Juli 2026
Prestasi Naik di Tengah Anggaran Menyusut, Dompu Kirim Pesan Kuat untuk Masa Depan Olahraga

Prestasi Naik di Tengah Anggaran Menyusut, Dompu Kirim Pesan Kuat untuk Masa Depan Olahraga

25 Juli 2026
Peringati Hari Konservasi Mangrove Internasional, InJourney Perkuat Kawasan Pariwisata Berkelanjutan melalui Pengembangan Mangrove Sanctuary di The Mandalika

Peringati Hari Konservasi Mangrove Internasional, InJourney Perkuat Kawasan Pariwisata Berkelanjutan melalui Pengembangan Mangrove Sanctuary di The Mandalika

24 Juli 2026
Muay Thai dan Panjat Tebing Antar Dompu Raih 44 Emas di Porprov 2026

Muay Thai dan Panjat Tebing Antar Dompu Raih 44 Emas di Porprov 2026

24 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami

© 2021 - insanchannel.com - Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya