ADVERTISEMENT
Kamis, 21 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami
Insan Channel
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Insan Channel
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dampak Cuaca Ekstrim, Banyak Jagung Petani Rusak dan Dihargai Murah

admin@insanchannel.com by admin@insanchannel.com
28 April 2023
in Ekonomi
0
Dampak Cuaca Ekstrim, Banyak Jagung Petani Rusak dan Dihargai Murah

Petani sedang menjemur jagungnya di lapangan Seraala Kempo tahun 2023.

Bagikan di WahtsAppBagikan di Facebook

DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Cuaca ekstrim akibat hujan yang terus mengguyur dan menyebabkan banjir, juga berdampak pada kualitas jagung petani. Banyak jagung petani yang rusak akibat direndam air dan tidak bisa dijemur secara maksimal. Belum lagi tuntutan ekonomi menjelang lebaran Idul Fitri memaksa petani memanen muda jagungnya.

Jagung menghitam karena berjamur akibat tidak bisa dikeringkan secara maksimal. Karena saat dipetik dan digiling (memisahkan biji jagung dari tongkolnya) diguyur hujan. Ketika hendak dijemur secara manual untuk pengeringan, cuaca selalu diguyur hujan. Sehingga banyak jagung petani menjamur dan ketika dikeringkan menghitam.

RelatedPosts

ITDC Umumkan Perubahan Jajaran Komisaris dan Direksi PT MGPA Nusantara Jaya

Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore

Dukung Akses Nelayan Hu’u, Pemda Dompu dan STM Bahas Pembangunan Dermaga Nelayan

Kualitas jagung yang rusak membuatnya tidak bisa ditampung di gudang – gudang penampung jagung petani. Jagung ini pun ditawari dengan harga yang cukup rendah sekitar Rp.2 ribuan per kg dari standar harga yang berlaku di atas Rp.4.200 per kg. Pembeli biasanya menggunakan kendaraan untuk langsung diangkut bagi kebutuhan pakan ternak. Selain berjamur, jagung petani juga berkapur. Kondisi ini disebabkan jagung dipanen muda.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM , Selasa (25/4/2023) kemarin mengakui, anjloknya harga sebagian jagung petani di Dompu karena faktor kualitas jagungnya. Kualitas jagung yang rendah ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak  menentu belakangan ini. Jagung diguyur hujan mulai proses pemetikan, penggilingan hingga penjemuran. “Memang harga ini relatif sudah baik dibandingkan sebelumnya. Tapi karena kondisi cuaca berdampak pada kualitas jagung kita,” katanya.

Yang bisa dilakukan untuk jangka pendek, kata Syahroni, pihaknya akan mengoptimalkan sarana yang ada. Seperti lantai jemur, dan certikal drayer milik kelompok akan disurati untuk bisa dimaksimalkan membantu petani. “Seperti BBU di Tolobara, itu kita buka untuk umum. Karena ada lantai jemurnya, kita buka untuk dimanfaatkan oleh petani,” ungkapnya.

Muhammad Syahroni juga mengungkapkan, sudah mengingatkan kepada jajarannya di lapangan untuk tidak jenuh mendampingi petani. Salah satu faktor penyebab kualitas jagung petani menurun akibat tingginya kadar kapur pada jagung pipilan. Kondisi ini disebabkan oleh jagung dipanen muda atau belum waktunya. “Kalau kadar kapur itu karena jagung dipanen muda. Banyak petani kita melakukan panen muda karena mau lebaran. Ini menjadi catatan kami,” terangnya.

Soal hujan, lanjutnya, ketika jagung belum dipetik dan diguyur hujan tidak akan menyebabkan jagung berjamur. Tapi rata – rata jagung berjamur akibat terlalu lama dalam kondisi lebab dan tidak dikeringkan. Sementara petani rata – rata mengandalkan sistem penjemuran manual di lapangan dan di lorong – lorong. Ketika hujan, sering digenangi air dan membasahi jagung.

Adnin, petani jagung di Kempo mengakui, banyak jagung yang berjamur akibat terlalu lama diguyur hujan dan kondisi lembab. Ketika dikeringkan, jamur itu menghitam. “Kalau jagung kita ndak kapur, karena kita panen sesuai waktu. Yang kapur itu, mereka yang panen muda,” ungkapnya.

Selain hujan yang terus mengguyur, lamanya mereka menjemur jagungnya karena tidak adanya tempat menjemur. Karena mengandalkan lapangan, sementara banyak petani yang memanfaatkan. Sehingga harus mengantri dan hujan tetap mengguyur. “Kita jemur ada yang sampai 15 hari,” ungkapnya.

Sementara untuk harga jagung yang kering  dan kualitasnya bagus, di tingkat petani saat ini antara Rp.4.500 hingga Rp.4.900 per kg. Sementara yang rusak karena kapur dan jamur, harganya Rp.2 ribuan hingga Rp.3 ribuan di tingkat petani. (vin/*)

Tags: dampak cuacaJagung rusakmanfaatkan lantai jemur kelompok
Previous Post

Gempa 5,7 SR Dirasakan Cukup Kencang di Dompu

Next Post

DahSAt dengan ‘Ibu Jari’ Jadi Inovasi Kampung KB Teluk Saleh Soro Menuju Tk Nasional

admin@insanchannel.com

admin@insanchannel.com

Related Posts

ITDC Umumkan Perubahan Jajaran Komisaris dan Direksi PT MGPA Nusantara Jaya
Ekonomi

ITDC Umumkan Perubahan Jajaran Komisaris dan Direksi PT MGPA Nusantara Jaya

14 Mei 2026
Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore
Ekonomi

Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore

6 Mei 2026
Dukung Akses Nelayan Hu’u, Pemda Dompu dan STM Bahas Pembangunan Dermaga Nelayan
Ekonomi

Dukung Akses Nelayan Hu’u, Pemda Dompu dan STM Bahas Pembangunan Dermaga Nelayan

5 Mei 2026

ITDC Tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika, Dorong Pengembangan dan Daya Tarik Investasi Kawasan 
Ekonomi


ITDC Tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika, Dorong Pengembangan dan Daya Tarik Investasi Kawasan 

3 Mei 2026
Mandalika Menuju Kelas Dunia, ITDC-InJourney Perkuat Kemitraan dengan Pemprov NTB dan JMSI
Ekonomi

Mandalika Menuju Kelas Dunia, ITDC-InJourney Perkuat Kemitraan dengan Pemprov NTB dan JMSI

2 Mei 2026
Bank NTB Syariah Tegaskan Komitmen GCG dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu di KC Dompu
Ekonomi

Bank NTB Syariah Tegaskan Komitmen GCG dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu di KC Dompu

2 Mei 2026
Next Post
DahSAt dengan ‘Ibu Jari’ Jadi Inovasi Kampung KB Teluk Saleh Soro Menuju Tk Nasional

DahSAt dengan ‘Ibu Jari’ Jadi Inovasi Kampung KB Teluk Saleh Soro Menuju Tk Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan, Kakan Kemenag Dompu Tekankan Kekompakan dan Sinergi Keluarga

Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan, Kakan Kemenag Dompu Tekankan Kekompakan dan Sinergi Keluarga

21 Mei 2026
Tasyakuran Penamatan Santri Ponpes Al-Majidiyah NW Cakra Baru Dompu Berlangsung Khidmat

Tasyakuran Penamatan Santri Ponpes Al-Majidiyah NW Cakra Baru Dompu Berlangsung Khidmat

21 Mei 2026
Kakan Kemenag Dompu Beri Pembinaan ASN KUA Kecamatan Dompu: “Tidak Ada Kata Bukan Tugas Saya”

Kakan Kemenag Dompu Beri Pembinaan ASN KUA Kecamatan Dompu: “Tidak Ada Kata Bukan Tugas Saya”

20 Mei 2026
Kepala Kemenag Dompu Hadiri Rapat Persiapan Idul Adha 1447 Hijriah di Setda

Kepala Kemenag Dompu Hadiri Rapat Persiapan Idul Adha 1447 Hijriah di Setda

20 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami

© 2021 - insanchannel.com - Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya