DOMPU, INSANCHANNEL.COM – PT Sumbawa Timur Mining (STM) akan memulai pemboran pertama untuk eksplorasi panas bumi. Potensi panas bumi ini diharapkan menjadi sumber pembangkit listrik pada kegiatan eksplorasi mineral PT STM proyek Huu Dompu. Kegiatan eksplorasi tambang mineral Huu oleh PT STM sendiri memberikan hasil yang meyakinkan untuk tahap lebih lanjut.

“Jadi mudah-mudahan potensi yang ada bisa kita gunakan sebagai sumber untuk pembangkit listrik untuk kegiatan eksploitasi mineralnya,” kata Agus Hermawan, Corporate Communication PT STM kepada wartawan dalam kegiatan site tour di new stagging PT STM Huu Dompu, Kamis (11/11).
Lebih lanjut Agus Hermawan mengungkapkan, PT STM mendapat penugasan survey pendahuluan untuk eksplorasi panas bumi. Desember 2021 ini akan melakukan pemboran pertama untuk kegiatan eksplorasinya.
Berdasarkan hasil study awal yang dilakukan dilakukan PT STM terhadap potensi panas bumi Huu, potensinya tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhan tenaga listrik yang dibutuhkan ketika kegiatan eksploitasi atau produksi tambang mineral Huu. Kekurangannya akan memanfaatkan sumber energy lain dan itu adalah sumber energy yang terbarukan dan ramah lingkungan. “Kita komit, kalaupun kita gunakan sumber energy lain bahwa itu adalah sumber energy yang bersumber dari cara-cara yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Sementara geologis PT STM, Paolo Renata kepada wartawan mengungkapkan aktifitas eksplorasi PT STM saat ini masih dalam tahap eksplorasi. Kendati masih tahap eksplorasi, diperkirakan proses pengeborannya hingga 3 tahun kedepan. Karena secara teknis, diperkirakan tahun 2024 baru akan keluar laporan visibility study dan penentuan tahapan lanjutan. “Kalau melihat kadar dan hasil laboratorium, masih optimis kita melanjutkan (penambangan) ini ke tahap – tahap berikutnya,” papar Paolo.
Saat ini ada 5 titik pengeboran yang sedang dilakukan dari total pengeboran yang telah dilakukan sekitar 90an titik. Lima titik pengeboran ini berada di sekitar cam Doro Fanda dan Cam Wadu Bura. Hasil pengeboran di titik utara dan selatan ditemukan adanya potensi tambang, sehingga perapatan pengeboran dengan jarak 100 – 250 meter dan kedalaman hingga 1.800 meter. “Kira – kira dari hasil yang ada, akan tambang bawah tanah,” kata Paolo.
Namun untuk menuju tahap produksi, masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Seperti feasibility study atau studi kelayakan dan Amdal, tahap kostruksi atau pembangunan prasarana dan sarana usaha pertambangan, tahap operasi dan produksi, serta tahap penutup.
Terkait kegiatan kunjungan media ke lokasi New Stagging Huu, Agus Hermawan mengungkapkan sebagai bentuk bahwa PT STM terbuka bekerjasama dalam keterbkaan informasi dengan semua pihak. Tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan dalam kegiatannya. Sehingga masyarakat dapat teredukasi, termasuk operasi penambangan di PT STM. “Saya berharap masyarakat dapat memperoleh informasi dari media mengenai kegiatan PT STM dan mereka lebih mengerti dan merasa memiliki terhadap proyek Huu ini. Mudah-mudahan kita bisa terus maju mewujudkan proyek Huu sampai pada proses produksi nantinya,” harapnya. (vin)











