DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yapis Dompu kembali mencatatkan sejarah dengan menamatkan lulusan sarjana strata satu (S1) untuk program studi (Prodi) Manajemen dan S1 prodi Akutansi tahun akademik 2022 – 2023. Perguruan Tinggi (PT) yang didirikan H Anwar Manan tahun 2000 ini mewisuda 121 lulusan, 85 orang diantaranya dari prodi Manajemen, dan 36 orang dari prodi Akutansi.
Prosesi wisuda dalam rapat senat terbuka yang dipimpin Dr Dodo Kurniawan, SE., ME selaku Plt Ketua STIE Yapis Dompu ini dihadiri langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali – Nusra, Dr I Gusti Lanang Bagus Eratodi, ST, MT., dan Hj Safiah H Anwar selaku pendiri Yapis Dompu, serta Nadirah, SE.Akt selaku perwakilan Ketua Yapis Dompu.

Bupati Dompu, H Kader Jaelani tanpak diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Dompu, Ir Ruslan dan pejabat lingkup pemerintah Kabupaten Dompu. Peserta wisuda tanpak didampingi para orang tua dan keluarga selama prosesi wisuda lulusan S1 Manajemen angkatan ke XX, dan S1 Akutansi angkatan ke X di gedung Samakai Dompu, Rabu (25/10/2023).
Dr Dodo Kurniawan, SE, ME, Plt Ketua STIE Yapis Dompu pada rapat senat terbuka mengungkapkan, wisuda ini sebagai wujud tanggungjawab kampus pada mahasiswa, masyarakat, pemerintah dan negara atas program studi yang diselenggarakan. Dalam rangka menyiapkan SDM unggul yang melimpah, STIE Yapis Dompu berkomitmen untuk ikut berkontribusi mencetak lulusan terbaik dan mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. “STIE sejak didirikan tahun 2000 berhasil mencetak ribuan sarjana dan turut berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah,” ungkapnya.

STIE juga terus berbenah dengan memaksimalkan sarana yang ada dan peningkatan kapasitas serta kompetensi dosen. Pada 2022, STIE Yapis Dompu berhasil meloloskan 6 orang dosen pada program kampus mengajar, 6 orang mahasiswa lolos pada program pertukaran mahasiswa, 2 orang mahasiswa lolos pada program magang bersertifikat, dan 10 orang mahasiswa lolos program mahasiswa wirausaha. “Pada wisuda kali ini, satu mahasiswa mampu menyelesaikan studi 3,5 tahun,” ungkap Dodo.
Ia pun memberi pesan kepada lulusan STIE Yapis Dompu yang diwisuda untuk bisa memberi kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan daerah. Untuk bisa memberi kontribusi, lulusan harus memahami konsep adaptif, kolaboratif, dan inovatif.

Konsep ini, ditambah oleh Ir Ruslan, Asisten Administrasi Umum Setda Dompu yang mewakili Bupati Dompu dengan harus memiliki kompetensi atau skil. Selain itu, para lulusan tidak boleh hanya terfokus pada ilmu yang dipelajari di kampus dalam mencari pekerjaan atau membuka lapangan kerja. Ilmu yang didapat di kampus bisa menjadi pemicu pengembangan kapasitas diri. “Saya ini sarjana peternakan. Sudah 32 tahun saya menjadi ASN, tidak pernah bertugas di Dinas Peternakan,” ungkapnya.
Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali – Nusra, Dr I Gusti Lanang Bagus Eratodi, ST, MT juga mengingatkan para wisudawan dengan fenomena lapangan kerja saat ini. Sektor keuangan banyak menjadi sasaran bagi lulusan ekonomi. Kini pekerjaan itu banyak digantikan oleh mesin dan aplikasi. Tapi kompetensi dan kemampuan seseorang tidak akan bisa tergantikan oleh mesin. Sehingga lulusan harus terus meningkatkan kompetensi diri, kendati sudah menyelesaikan studi di kampus.
Berdasarkan data lulusan perguruan tinggi saat ini, sebanyak 78 porsen memilih sebagai pencari lapangan kerja. Namun wisudawan kini dituntut untuk berpikir mencari potensi, sehingga bisa membuka lapangan kerja baru.
STIE Yapis Dompu termasuk perguruan tinggi yang konsisten dan terus meningkatkan kapasitas diri dalam mewujudkan lulusan yang unggul. LLDikti tetap melakukan pengawasan dan itu dibuktikan dengan secara rutin mewisuda lulusannya, serta banyak terserap dunia usaha. “Kita berharap kedepan 100 porsen dosen STIE Yapis ini bersertifikat dosen,” harapnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu, Arman Manan, SE dalam sambutan yang diwakili Nadirah, SE.Akt menyampaikan komitmen Yapis Dompu dalam melaksanakan misi sosial dan pendidikanya. Untuk mewujudkan itu, pemberian beasiswa terus ditingkatkan. Ada beasiswa nasional, beasiswa Provinsi, Yatim Piatu, Yatim Piatu berprestasi, dan beasiswa bagi penghafal Al Quran.
Nadirah juga mengungkapkan, mutu lulusan perguruan tinggi menjadi penentu dalam persaingan global. Yapis Dompu berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari ketersediaan sarana prasarana, dan mutu dosen dengan kualifikasinya. “Saat ini yayasan telah memiliki seorang dosen tetap yang doktor, dan 2 orang dosen tetap yang sedang tahap penyelesaian studi untuk doktornya,” katanya.
STIE Yapis juga konsisten terhadap pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, sehingga membuat kampus Yapis semakin dipercaya. Tentu ide dan gagasan yang maju dan berkembang selalu dinanti. Karena itu menjadi kunci majunya perguruan tinggi. (02ic/*)











