DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) Sumbawa menggelar kuliah umum bagi mahasiswa penerima beasiswa pendidikan dari PT Sumbawa Timur Mining (STM) tahun 2023. Kuliah umum yang menghadirkan Manajer Hubungan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat PT STM, Ulya Sholeh Defretes, S.Sos., MM ini diikuti secara antusias 100 orang mahasiswa penerima beasiswa.
Mahasiswa penerima beasiswa merupakan putra putri asal Kabupaten Dompu yang akan kuliah D1 Teknik Alat Berat di AKOM Sumbawa. Masa kuliah 1 tahun, mahasiswa akan lebih banyak mendapatkan ilmu pengetahuan sambil praktik hingga 70 persen dan teori di bangku kuliah 30 persen. Kesempatan ini memberi pengalaman dan pengetahuan bagi mahasiswa untuk bekerja di pertambangan.

Manajer Hubungan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat PT STM, Ulya Sholeh Defretes, S.Sos, MM pada penyampaian kuliah umum di depan 100 mahasiswa D.1 Teknik Alat Berat AKOM Sumbawa dari PT STM di aula SMAN 1 Dompu pada Minggu (29/10/2023), meminta para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan berkuliah ini secara optimal. Terlebih semua biaya pendidikan dan praktik, ditanggung PT STM. “Pergunakan kesempatan (kuliah) ini sebaik – baiknya. Dapatkan sertifikat (ijazah). Mumpung masih muda, setelah kuliah, cari pengalaman kerja, cari keahlian lainnya,” ajak Ulya.
Saat ini, PT STM masih dalam tahap eksplorasi dan belum menghasilkan keuntungan dari aktifitasnya pada kontrak karya (KK) generasi ketujuh meliputi wilayah Kabupaten Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat. Tapi perusahaan sudah mengeluarkan dana yang cukup besar, termasuk dalam program pemberdayaan masyarakat (PPM) sejak 2011 hingga 2022 mencapai 2,7 juta dolar. Anggaran ini banyak terserap pada program bidang pendidikan formal maupun non formal, dari usia PAUD hingga perguruan tinggi.
Pemberian beasiswa pendidikan bagi 100 orang warga Kabupaten Dompu untuk kuliah D.1 Teknik Alat Berat, dan beasiswa prestasi terhadap 40 orang mahasiswa tahun 2023 ini termasuk dalam program bidang pendidikan. Tujuannya untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat sekitar. Ketika aktifitas perusahaan berkembang ke tahap konstruksi dan produksi, masyarakat sekitar area aktifitas perusahaan bisa bersaing dengan pencari kerja dari luar mengisi tenaga skil yang dibutuhkan perusahaan.

Berdasarkan target rencana perusahaan, masa eksploitasi atau produksi tambang tembaga oleh PT STM di sumber daya mineral Onto pada tahun 2030. Masa konstruksi diperkirakan pada 2027 – 2028. Untuk menuju tahap konstruksi dan produksi, perusahaan masih akan melakukan studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan (Amdal).
Skil terkait alat berat banyak dibutuhkan pada masa konstruksi dan produksi. Usai menyelesaikan kuliah D.1 Teknik Alat Berat, diharapkan mencari pengalaman kerja dan mendapatkan sertifikat kompetensi di perusahaan pertambangan yang ada, tidak harus di PT STM. Ketika PT STM membuka lowongan, dengan bekal sertifikat dan ijazah, serta pengalaman kerja dan putra daerah, tentu akan lebih cepat diterima sebagai tenaga skil. “Ini menjadi komitmen kami (PT STM), tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar area aktifitas perusahaan,” tegas Ulya.

Manajer Hubungan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat PT STM juga banyak memaparkan profil perusahaan dan perkembangan Proyek Hu’u dengan potensi sumberdaya mineral Onto kepada mahasiswa. Termasuk upaya perusahaan menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Mulai dari menjaga vegatasi hutan, flora dan fauna, menjaga lingkungan dan air dengan survei berkala untuk melihat perubahannya, termasuk melakukan survei pada perairan laut dan pantai serta ikan dan terumbu karangnya.
“Sejauh ini tidak ada perubahan dan pencemaran dari aktivitas yang kita lakukan. Karena memang saat ini kami masih melakukan kegiatan eksplorasi (penelitian), belum melakukan eksploitasi atau produksi,” tegasnya.
Terkait kesempatan kerja dan peluang usaha, juga disampaikan Ulya Sholeh Defretes. Termasuk program pemberdayaan masyarakat (PPM) dari PT STM yang sudah dilakukan selama ini. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, UMKM, pertanian organik, dan sarana prasarana umum. “Kita harus bersyukur, mendapatkan investor yang memiliki komitmen seperti Vale. Ini harus kita jaga bersama, agar potensi yang ditemukan ini bisa ditambang dan menghasilkan,” harapnya.

Tidak hanya pemaparan dari Manajer Hubungan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat PT STM di sesi kuliah umum ini, para mahasiswa juga diberi kesempatan bertanya. Dari 3 sesi yang dibuka dan dipandu Ratna Widiasari dari tim Comrel PT STM, para mahasiswa cukup antusias bertanya terkait perkembangan proyek Hu’u. Termasuk menyampaikan apresiasi secara langsung atas beasiswa yang diterima.
“Interaktif mahasiswa di Dompu ini sangat luar biasa. Minatnya terhadap teknik alat berat juga sangat luar biasa sekali. Semoga ini bisa terus dijaga hingga menyelesaikan studi dan memiliki skil. Karena D.1 Teknik Alat Berat ini merupakan pendidikan fokasi yang lebih kepada peningkatan skil dan ketrampilan. Praktiknya sekitar 70 persen, teori di bangku kuliah hanya 30 persen,” kata Diktur AKOM Sumbawa, Ahmad Jaya, ST, M.Pd.
Zulfa Sahada Balkis, mahasiswi D.1 Teknik Alat Berat penerima beasiswa menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya bisa mendapatkan beasiswa dari PT STM. Keinginannya untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan terkait alat berat akan bisa diwujudkan selama pendidikan kedepan. “Sekarang kita juga mendapatkan pemaparan terkait aktifitas PT STM yang sedang melakukan kegiatan eksplorasi di Hu’u dan perkembangannya. Semoga ini bisa mencerahkan dan memberi peluang lebih baik kedepannya,” ungkapnya. (02ic)











