DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Bank Sampah Induk (BSI) Huu Raya berhasil mengolah sampah dari botol bekas air mineral menjadi kursi sofa bernilai ekonomis tinggi. Tapi produk olahan ini belum dipasarkan secara luas, karena beberapa kelengkapan produk masih harus dipersiapkan.

“Kalau soal pasar, ndak kita khawatirkan. Kita bisa pasarkan secara off line dan on line,” kata Ansari, Ketua BSI Huu Raya beberapa waktu lalu seraya mengungkapkan komitmennya untuk membuat lebih banyak produk inovasi dari barang bekas sehingga bernilai ekonomis tinggi. Tapi pihaknya akan lebih dulu membuat merek dagang agar produknya bisa dipasarkan secara luas, termasuk dijual melalui NTB Mall.
Mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi ini dibimbing langsung Bank sampah Bintang Sejahtera Lombok sebagai mitra PT Sumbawa Timur Mining (STM) melakukan pendampingan bank sampah Huu. Pada Rabu (19/1) di aula kantor Desa Daha kecamatan Huu Kabupaten Dompu, NTB, Bank Sampah Bintang Sejahtera melakukan pendampingan kepada BSI Huu Raya bersama bank sampah unit se Kecamatan Huu melakukan pelatihan inovasi kursi sofa dari botol bekas. Delapan kursi sofa berhasil dibuat dan bisa langsung dimanfaatkan.
Kendati dibuat dari bahan bekas, sofa ini terlihat indah dan nyaman untuk diduduki. Bahkan mampu menahan beban hingga 150 kg. Satu set kursi sofa dengan 4 kursi dan 1 meja, modalnya sekitar Rp.500 ribu dalam pembuatan satu set kursi sofa, di Bank sampah Bintang Sejahtera Lombok dipasarkan Rp.1,3 juta hingga Rp.1,5 juta.
Kesempatan pendampingan yang masih dilakukan oleh Bank Sampah Bintang Sejahtera atas program pemberdayaan masyarakat dari PT STM, akan dimanfaatkan secara maksimal hingga BSI Huu Raya bersama bank sampah unit benar – benar mandiri mengolah sampah bernilai ekonomi.
Ada banyak produk yang bisa dihasilkan dari barang bekas sehingga bernilai ekonomi. Bank Sampah Bintang Sejahtera telah melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap anggota BSI Huu Raya bersama bank sampah unit di kantor pusat Bintang Sejahtera Lombok dan di Huu. Kedepan, hasil pelatihan itu akan dipraktekan dan dikembangkan, sehingga lebih banyak barang olahan dari barang bekas bisa diperjual belikan. (vin)
Foto :
Ketua BSI Huu Raya, Ansari menduduki kursi hasil karya dari botol bekas usai mengikuti pelatihan.










