MADINAH, INSANCHANNEL.COM-Pukul 02.15 dini hari Waktu Arab Saudi (WAS), beberapa jamaah lansia antara lain Bakri, Mahmud, Kuasa dan beberapa jamaah lain yang tergabung dalam kloter 10 LOP tengah asyik berzikir di dalam Masjid Nabawi. Setelah ditegur dan disapa dengan menggunakan bahasa Bima, merekapun kaget.
Senyum sumringah tak mampu mereka sembunyikan. “Alhamdulillah, akan wau ndai dohoko Ara ake (Alhamdulillah dari tadi kita sudah di sini-red),” ujar Bakri, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kilo Dompu yang tergabung dalam kloter 10 LOP kepada Insan channel, Senin dinihari (19/5/2025) Waktu Arab Saudi.
Setelah basa-basi kemudian insanchannel.com pamit untuk mencari tempat lain yang kosong di dalam Masjid Nabawi. Namun usai menunaikan sholat tahiyatyl masjid, tiba-tiba bahu kiri saya ditepuk seseorang. “Assalamu Alaikum, Pak… Dibawah beberapa lampu besar yang dikerumuni jamaah, ada jamaah yang pingsan,” ujar salah seorang jamaah asal Indonesia sambil menunjuk TKP (tempat kejadian perkara).

Tanpa pikir panjang, saya langsung menuju TKP untuk memastikan peristiwanya. Di TKP, dua petugas berseragam petugas haji yang tidak saya kenal sedang memeriksa identitas jamaah yang tengah terkapar di depan salah satu tiang masjid Nabawi beberapa puluh meter Utara Raudha.
Askar sibuk menelpon kiri-kanan, salah satu jamaah asal Turki memangku kaki korban yang lagi telentang dengan nafas terengah-engah dengan memeluk dadanya. Buru-buru saya raih sorban di pundak kemudian diselimuti ke korban yang kelihatan kedinginan tapi jamaah asal Turki ini melarang “No, no..!,” serunya sambil menggeser sorban tadi.
Tiba-tiba salah seorang tenaga kesehatan dari Arab Saudi dengan membawa alat-alat kesehatan untuk mengambil tindakan medis. Salah seorang petugas haji meninggalkan korban untuk meminta bantuan lain sementara petugas haji lain berusaha untuk mengecek identitas diri korban yang hanya berupa gelang paspor sebagai petunjuk.
Beberapa saat kemudian, kami berdua sebagai petugas diajak untuk membimbing korban yang sudah sedikit bisa bicara ini dibimbing menuju mobil emergensi. Rekan petugas haji membantu menahan lengan kiri sementara saya menahan lengan kanan agar korban bisa melangkah.
Ternyata mobil emergensi terbuka yang sengaja disiapkan di sekitar halaman Masjid Haram sudah siap di depan pintu Abubakar Siddik.
Kami berempat yakni korban yang ternyata bernama Ahmad ini duduk dibelakang bersama petugas haji Indonesia yang sejak kejadian awal membersamai korban. Sementara saya duduk dengan supir sekaligus petugas kesehatan Arab Saudi ini di depan. Saat melaju meninggalkan halaman masjid Nabawi saya disapa dari jauh oleh rekan TKH asal Indonesia. “Ada apa, Aji,” seru dr. Waldi Safrin, TKH Kloter 10 LOP. Kendaraan yang membawa korban tetap melaju dan pertanyaan dokter kloter ini berlalu seiring makin jauh kendaraan yang ditumpangi korban menuju rumah sakit As-salam Hospital.
Tiba di As-Salam Hospital, kami petugaspun masuk bersama pasien menuju ruang perawatan dan disambut dokter yang ada di As-Salam. Komunikasi sedikit tersendat karena pertanyaan dokter tidak bisa kami jawab.
Beberapa saat kemudian Ketua kloter bersama dokter kloterpun tiba di As-Salam Hospital. “Saya ketua kloter,” ujar laki-laki energik dan berkomunikasi langsung dengan pasien yang juga jamaahnya. (ic01)










