DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Mentri UMKM RI, Maman Abdurrahman melalui video yang beredar menyebut pelaksanaan Festival Lakey di Kabupaten Dompu tidak sekedar festival tahunan. Tapi menjadi gerbang menjadikan Pantai Lakey sebagai destinasi wisata olahraga air kelas dunia, sekaligus episentrum kekayaan budaya Kabupaten Dompu.
Festival Lakey yang juga menghadirkan Lakey Expo untuk kegiatan gelar UMKM, Festival Timbu, Lakey Coffee dan berbagai kegiatan lainnya pada 18 – 20 Juli di arena utama pelaksanaan Festival Lakey Pantai Nangas Lakey akan mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah tumbuh dan berkembang memenuhi pasar pariwisata.
“Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan potensi UMKM di Kabupaten Dompu. Karena perpaduan UMKM dan pariwisata akan membawa dampak positif bagi perekonomian Masyarakat,” kata Maman Abdurrahman.
Mentri ini pun mengajak semua elemen untuk mensukseskan Festival Lakey 2025. Event ini tidak hanya berlangsung sehari, tapi ada banyak event hingga 20 Juli mendatang dalam meramaikan destinasi wisata Pantai Lakey.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Dompu, Hj Daryati Kustilawati, SE., M.Si di Lakey Dompu, Selasa (15/7/2025) menyampaikan, kesiapan pelaku UMKM Dompu dalam mendukung pelaksanaan Festival Lakey. Selain menyiapkan produk untuk dipamerkan pada Lakey Expo, sejak persiapan pelaksanaan Festival Lakey para pelaku UMKM juga mulai menjual produk usahanya di sekitar area festival.
“Event ini menjadi pasar bagi pelaku UMKM dalam menjajakan produk usahanya. Produk UMKM Dompu sudah banyak yang maju dan berkembang. Tidak kalah dengan produk – produk Perusahaan besar. Bahkan sudah banyak yang tembus market modern. Ini yang terus kita kawal, selain dipamerkan melalui event – event seperti festival,” kata Daryati.
Pantai Lakey tidak hanya dikenal dengan ombaknya yang indah dan konsisten, sehingga sangat bagus untuk berselancar. Tapi juga memiliki keindahan alam dengan pantai pasir putih dan bersih. Bahkan di beberapa titik, Pantai lakay membentuk kolam air yang bersih saat air surut. Sehingga membuat wisatawan tetap bisa berendam air laut kapan pun. (IC02)











