DOMPU, INSANCHANNEL.COM – PT Sumbawa Timur Mining (STM) menyampaikan informasi perkembangan Proyek Hu’u kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dompu di ruang rapat Bupati, Senin (13/4) siang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antarpihak dalam pengembangan Proyek Hu’u ke depan, sehingga proyek ini dapat terus berkontribusi bagi kemajuan bumi Nggahi Rawi Pahu.
Penyampaian informasi perkembangan Proyek Hu’u ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan STM di berbagai level, dari dusun hingga ke pemerintah pusat. Ini merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi dalam mewujudkan konsep Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) yang dijalankan STM.
Kepala Teknik Tambang (KTT) STM, Yan Fuadi hadir langsung dalam pertemuan dengan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE dan jajarannya. Yan Fuadi didampingi tim manajemennya dari tim Community Relation (Comrel), tim Government Relation (Govrel), dan tim Communication STM.
Sementara Bupati Dompu tampak didampingi Pj Sekda Dompu, H Khairul Insyan, SE, MM., Kepala Bappeda dan Litbang, Kepala BPKAD, Inspektur Inspektorat dan kepala perangkat daerah lainnya. Hadir juga anggota Komisi II DPRD Dompu, perwakilan Polres Dompu, perwakilan Dandim 1614/Dompu, dan dari Kejaksaan Negeri Dompu.
Pada kesempatan ini, STM menyampaikan perkembangan aktivitasnya dan Perusahaan afiliasi panas buminya, PT Sumbawa Timur Geothermal (STG) yang telah berlangsung sepanjang 2025 serta yang akan dijalankan pada 2026 di wilayah kerja Proyek Hu’u.
Pada 2025, STM menjalani masa transisi dari pra-studi kelayakan menuju studi kelayakan. Tiada aktivitas pengeboran pada masa ini. STM fokus pada kajian manajemen dan desk study, sambil melakukan pemeliharaan fasilitas serta tetap menjalankan program sosial dan lingkungan.
Di bidang sosial, STM terus mendukung pengembangan masyarakat, salah satunya melalui Program Partisipasi Desa (PPD) yang menjangkau 12 desa di 2 kecamatan. Program yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi ini memiliki nilai sekitar Rp1,5 miliar. Sedangkan di bidang lingkungan, STM berhasil merehabilitasi lahan seluas 8,92 hektare atau 105% dari target awal tahun pada area yang tidak lagi digunakan untuk kegiatan eksplorasi.
Untuk pengembangan Proyek Hu’u di tahun 2026, STM akan melakukan beberapa aktivitas kunci seperti pengeboran dan pengujian sampel lanjutan untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan. Termasuk perancangan fasilitas infrastruktur pendukung, melanjutkan program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta penyusunan dokumen lingkungan.
STM memastikan seluruh tahapan pengembangan Proyek Hu’u dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. STM berkegiatan di bawah Kontrak Karya (KK) Generasi ke-7 dengan Pemerintah Republik Indonesia, serta telah memenuhi perizinan yang ditentukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) maupun kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE menyambut baik pertemuan ini dan berharap diagendakan rutin setiap 3 bulan. “Informasi ini menjadi sangat penting, agar kami Pemda bisa menjawab pertanyaan, sekaligus menepis miss informasi yang beredar di tengah Masyarakat,” ujarnya. (IC02)










