DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Bupati Dompu, Kader Jaelani meminta seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama mendukung pemberantasan penyakit sosial seperti mabuk-mabukan, narkoba dan terjadinya pemanahan liar yang terjadi di tengah masyarakat. Sebab tanpa dukungan masyarakat mustahil penyakit-penyakit yang berkembang itu bisa dieleminir atau dihilangkan.

“Tanpa ada kekompakan kita semua tak mungkin Dompu ini akan menjadi aman,” tandas Kader Jaelani, Bupati Dompu pada acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Baiturrahman Dompu, Senin malam (14/3).
Untuk itu ia sekali lagi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ambil bagian memberikan dukungan bagi upaya pemberantasan tindak-tindakan kriminal di tengah masyarakat. Bahkan Kader Jaelani memberikan contoh kasus saat aparat keamanan melakukan penangkapan, justeru ada oknum masyarakat mencoba memberikan perlawanan. “Bahkan aparat keamanan dilempar,” ujarnya.
Jika sikap seperti ini dibiarkan tambah orang nomor satu di Dompu ini, bagaimana nasib generasi Dompu ke depan. “Tidak mungkin pemerintah dan aparat penegak hukum saja yang bisa menyelesaikan persoalan ini tetap saja dibutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” tandas Bupati Dompu pada acara yang dihadiri juga Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT, Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, Amd, Par dan Ketua Komisi I DPRD Dompu, Ir. Muttakun, Dandim 1614 Dompu, Letkol. Kav. Taufik, S.Sos, Kepala Kantor Kemenag. Kab. Dompu, Drs. H. Syahrir, M.Si, pimpinan OPD, toga-toma dan undangan serta jamaah masjid Agung Baiturrahman Dompu ini.
Bupati Kader Jaelani sekali lagi mengajak semua pihak untuk bekerjasama untuk mencarikan solusi terbaik sehingga generasi Dompu ke depannya akan lebih baik. “Sekali lagi mari kita bekerjasama untuk mencarikan solusi terbaik agar generasi Dompu ke depan akan lebih baik,” ajaknya.
Sisi lain Bupati Kader Jaelani mengungkapkan, perayaan isra mi’raj seperti ini tidak hanya dilaksanakan secara seremonial saja tetapi harus dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan berpikir setelah selesai melaksanakan isra mi’raj sudah selesai tugas kita sebagai hamba Allah,” ingatnya seraya mengajak para jemaah agar nilai-nilai keislaman itu semakin hari semakin baik. (nas)











