DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Prop. NTB, DR.KH.M. Zaidi Abdad, M.Ag mengingatkan jajarannya untuk tidak main-main dalam membangun lembaga besar ini. Karena jika ada satu manajemen yang menyimpang maka itu akan menjadi duri di Kementerian Agama.

“Maka Menteri Agama membuat satu filosofi bahwa bangunan Kementerian Agama dibangun dengan filosofi kereta api yang tepat waktu dan berangkat sudah demikian disiplin dan tidak tidak akan berhenti sebelum sampai ke tujuan,” tandas DR. KH. M. Zaidi Abdad, M.Ag, Kakanwil Kemenag. Prop. NTB pada acara pembinaan ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkup Kementerian Agama Kab. Dompu di gedung PKK Kab. Dompu, Kamis (17/3).
Lebih lanjut Zaidi mengajak seluruh ASN di daerah ini untuk membangun Kementerian Agama ini dengan cara yang baik, walaupun saat ini Menteri Agama digoyang dengan banyak hal. “Kenapa?, mungkin kita tidak tau asbabul wurudnya dan hanya mendengar dan melihat sepintas,” tuturnya sembari mengakui, di era digitalisasi saat ini sering membuat orang terkecoh akibat ketidaksenangan kepada orang lain.
Orang itu jelas mantan Dosen UIN Mataram ini, kalau tidak suka kepada siapapun walaupun baik tetap saja tidak baik apalagi jelek tambah menjadi jelek. “Baik saja jelek apalagi sedikit-sedikit menyimpang,” katanya. Untuk itu ia ingatkan untuk tetap bekerja bukan karena siapa-siapa tapi bekerjalah dengan hati.
“Ayo kita bekerja, tidak usah melihat yang macam-macam. Semua perbuatan dan pekerjaan manusia itu akan ditentukan kadarnya oleh Allah,” tandasnya. Maka lanjutnya, lakukan pekerjaan dengan lurus karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah.
Pada acara yang dihadiri Kakan. Kemenag Kab. Dompu, Drs. H. Syahrir, M.Si, Kakan. Kemenag. Kab. Bima, Drs.H.Abd. Munir, Kasubag. TU Kemenag. Kota Bima, Drs. Mahmud, Kasubag. TU Kemenag. Dompu, H. Burhanuddin, S.Ag para Kepala-kepala Seksi ini, Zaidi Abdad berbicara tentang visi Kementerian Agama ke depan terutama terkait tema transformasi layanan yang mengarah kepada bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat kita.
Di Kementerian Agama ini jelasnya, memiliki bidang yang begitu luas mulai dari bidang pendidikan, yang terbagi menjadi pendidikan madrasah, pendidikan formal dan ada pendidikan pondok pesantren. Pendidikan madrasah mulai dari RA hingga MA katanya, ini harus disuport kepada guru-guru dan kepala madrasah bagaimana agar terus memberikan inovasi dan kreasi. “Terurtama peningkatan kualitas sumberdaya, anak-anak dan guru-guru harus terus bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan madrasah,” paparnya pada acara yang dihadiri kepala dan guru-guru madrasah negeri di Dompu ini.
Slogan madrasah berprestasi dan mandiri katanya, merupakan peluang bagi guru madrasah yang ada di pendidikan madrasah untuk terus melkaukan terobosan-terobosan yang bisa mengantarkan peserta didik berprestasi yang bisa bersaing di tingkat regional, nasional maupun tingkat global.
Kakanwil yang juga Ketua IPQAH Prop. NTB ini juga mengakui, dalam satu tahun belakangan dengan memberikan suport kepada madrasah-madrasah saat ini sudah merata. Ia mencontoh, di group WA kepala madrasah hampir tiap hari kepala madrasah itu menshare menampilkan bahwa mereka telah mendapatkan nominasi yang terbaik. “Dompu, belum terlihat ini,” jujur Zaidi Abdad pada acara yang dihadiri Kelompok Pengawas di Dompu ini seraya memberikan motivasi kepada jajaran madrasah di Dompu untuk terus berinovasi dan berkreasi.
Disamping berbicara tentang kemajuan madrasah dan pondok pesantren di NTB, Kakanwil Kemenag. NTB ini juga berbicara seputar pelaksanaan ibadah haji dan Bimbingan masyarakat Islam terutama terkait pelayanan KUA (Kantor Urusan Agama) kepada masyarakat. “Kita
berharap layanan KUA memberikan pelayanan terbaik,” paparnya seraya mengharapkan pada setiap pelayanan peristiwa nikah akan mendapatkan buku nikah, kartu nikah, KTP baru, KK baru dan buku pedoman keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag. Kab. Dompu, Drs. H. Syahrir, M.Si mengatakan, pembinaan kepada ASN Kemenag. Ini dalam rangka memupuk silaturrahmi yang dibungkus dengan prinsip kekeluargaan. “Ini memontum yang tetap untuk saling memotivasi agar dalam melaksanakan tugas berjalan dengan baik,” paparnya sembari menharapkan juga agar dapat meningkatkan pelayanan yang terbaik sehingga dapat memberikan educasi dan advocasi terkait persoalan umat. (nas)










